BERITA TERKINI
OJK Jangkau 3.000 Peserta lewat Edukasi Global Money Week 2026 untuk Perkuat Literasi Keuangan

OJK Jangkau 3.000 Peserta lewat Edukasi Global Money Week 2026 untuk Perkuat Literasi Keuangan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melanjutkan upaya penguatan literasi keuangan masyarakat dengan menjangkau sekitar 3.000 peserta melalui rangkaian kegiatan edukasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Inisiatif ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan secara bijak demi mendukung kesehatan finansial jangka panjang.

Salah satu kegiatan yang digelar adalah webinar internasional dalam rangkaian Global Money Week 2026. Webinar tersebut mengangkat tema “From Early Education to Financial Health: Integrating Financial Literacy into Formal Education Systems”, yang menekankan pentingnya pendidikan keuangan sejak dini melalui sistem pendidikan formal.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, menyatakan perlunya memperluas jangkauan literasi keuangan. Menurutnya, hal ini penting agar masyarakat memiliki kapasitas mengelola keuangan dengan bijak, yang pada akhirnya bermuara pada kesehatan keuangan.

Dicky juga menekankan bahwa literasi keuangan berperan dalam membentuk kemampuan individu, terutama generasi muda, dalam mengambil keputusan keuangan yang tepat dan menopang kesejahteraan finansial jangka panjang. Pendidikan dipandang sebagai sarana strategis untuk membangun kapasitas tersebut sejak dini, melalui penguatan pengetahuan, keterampilan praktis, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kesempatan yang sama, Chair OECD International Network on Financial Education, Magda Bianco, menyoroti edukasi keuangan sebagai modal penting bagi masyarakat untuk menghadapi peluang dan risiko keuangan. Pembelajaran literasi keuangan sejak usia sekolah dinilai dapat membantu mengurangi kesenjangan sosial ekonomi serta meningkatkan ketahanan individu terhadap risiko finansial.

OJK menilai penguatan literasi keuangan memerlukan kolaborasi berbagai pihak, termasuk regulator, pendidik, industri jasa keuangan, dan komunitas. Selain mendorong edukasi melalui jalur pendidikan formal, OJK juga mengembangkan upaya melalui platform digital dan kampanye nasional untuk memperluas jangkauan.

Webinar internasional tersebut diikuti peserta dari beragam kalangan, mulai dari kementerian dan lembaga, industri jasa keuangan, tenaga pendidik, akademisi, hingga mahasiswa. Partisipasi lintas sektor ini disebut mencerminkan komitmen kolektif untuk memperkuat literasi keuangan di Indonesia, dengan harapan semakin banyak masyarakat memiliki pemahaman dan keterampilan finansial yang memadai.