BERITA TERKINI
OJK Lampung Luncurkan Program Satu Rekening Satu Pelajar di Lampung Selatan

OJK Lampung Luncurkan Program Satu Rekening Satu Pelajar di Lampung Selatan

Lampung Selatan—Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung bersama pemerintah daerah meluncurkan Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) di SDN 3 Way Urang, Kecamatan Kalianda. Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan sejak usia sekolah.

Program KEJAR ditujukan untuk menanamkan budaya menabung di kalangan pelajar sekaligus mendorong kepemilikan rekening sebagai dasar kemandirian finansial generasi muda.

Kepala OJK Provinsi Lampung Otto Fitriandy menekankan pentingnya pembiasaan pengelolaan keuangan sejak dini. Dalam siaran pers Rabu (15/4), ia menyebut program tersebut sebagai inisiatif strategis untuk membangun kedisiplinan finansial pelajar, sekaligus sarana edukasi keuangan yang mendorong kepemilikan rekening sejak bangku sekolah.

Pelaksanaan program melibatkan sinergi sejumlah pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga industri jasa keuangan, dengan tujuan memperluas akses layanan keuangan di daerah.

Kepala Bagian Perekonomian Setdakab Lampung Selatan Mahat Santosa menyampaikan harapan agar program ini dapat meningkatkan pemahaman pelajar dalam mengelola keuangan serta memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Sementara itu, Plt. Kepala Biro Perekonomian Provinsi Lampung Asrul Tristianto menyampaikan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang mencatat indeks inklusi keuangan mencapai 80,51 persen dan literasi keuangan sebesar 66,46 persen. Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan inklusi keuangan mencapai 85 persen dalam jangka menengah dan 97 persen pada 2045.

Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar menegaskan pembangunan sumber daya manusia, termasuk kecerdasan finansial, merupakan investasi jangka panjang yang dinilai tidak kalah penting dibanding pembangunan infrastruktur.

Di Lampung Selatan, Program KEJAR ditargetkan menjangkau sekitar 14.000 pelajar sebagai bagian dari perluasan inklusi keuangan di daerah. Melalui kolaborasi OJK, pemerintah daerah, dan sektor perbankan, program ini diharapkan dapat membantu membentuk pelajar yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga lebih bijak dalam mengelola keuangan.