Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan bagi berbagai lapisan masyarakat, termasuk petani yang dinilai menjadi salah satu pilar penting penopang perekonomian daerah. Penguatan pemahaman keuangan bagi petani dipandang perlu agar masyarakat mampu mengelola keuangan secara mandiri dan bijak.
OJK Provinsi Papua berkolaborasi dengan Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Keerom, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Persero Tbk Unit Skanto, serta BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jayapura dalam kegiatan edukasi keuangan bertema “Ngobrol Keren tentang Keuangan (NokenKu)”. Kegiatan ini digelar di Kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Arsopura, Keerom, Jumat (17/4/2026).
Kepala OJK Provinsi Papua yang diwakili Manajer Bagian Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Papua, Dia Pramudito Suryandaru, mengatakan program NokenKu dirancang sebagai edukasi yang komunikatif dan dekat dengan masyarakat.
Menurut Dia, melalui kegiatan tersebut OJK berupaya menghadirkan edukasi keuangan yang lebih sederhana, mudah dipahami, dan relevan dengan kebutuhan petani. Ia menyebut kegiatan ini diharapkan membantu petani meningkatkan kemampuan mengelola keuangan, memanfaatkan layanan keuangan formal, memperoleh perlindungan dari risiko usaha maupun kerja, serta terhindar dari berbagai bentuk penipuan di bidang keuangan.
Dia juga menekankan peran strategis petani dalam menjaga ketahanan pangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Sejalan dengan itu, penguatan literasi dan inklusi keuangan bagi petani dinilai penting untuk terus didorong, termasuk melalui peningkatan pemahaman pengelolaan keuangan, perluasan akses pembiayaan formal, serta penguatan perlindungan terhadap risiko kerja dan usaha.
Ia menambahkan, peningkatan literasi dan pemahaman pengelolaan keuangan diharapkan dapat mendorong petani memanfaatkan produk serta layanan keuangan secara optimal, sekaligus menghindari potensi risiko seperti penawaran investasi ilegal, pinjaman online ilegal, dan berbagai modus penipuan keuangan. Dengan perencanaan yang lebih baik, alokasi pendapatan petani untuk simpanan, pengembangan usaha, dan investasi disebut dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta menerima materi mengenai pengelolaan keuangan, pemanfaatan produk dan layanan perbankan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal, serta pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi petani.
Pemerintah Kabupaten Keerom melalui Dinas Pertanian dan Perikanan menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini. Pemerintah daerah berharap program NokenKu dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan keuangan petani.
OJK menyatakan kegiatan ini diharapkan memperkuat sinergi antara OJK, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan dalam mewujudkan masyarakat yang cerdas keuangan, inklusif, dan sejahtera.