BERITA TERKINI
OJK: Perempuan Kelola 64,5% UMKM, Literasi Keuangan Jadi Kunci Usaha Berkelanjutan

OJK: Perempuan Kelola 64,5% UMKM, Literasi Keuangan Jadi Kunci Usaha Berkelanjutan

Surakarta—Kegiatan literasi dan edukasi keuangan kembali digelar untuk memperkuat peran perempuan dalam perekonomian nasional. Infobank Media Group mengumpulkan ratusan pelaku usaha ultra mikro dalam acara “Literasi dan Edukasi Keuangan Bersama Pelaku Usaha Ultra Mikro: Peran Wanita Mandiri bagi Perekonomian Negeri” di Balaikota Surakarta, Jumat (17/4). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Women Art & Society 2026.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menekankan besarnya peran perempuan dalam membentuk kualitas bangsa. Menurutnya, tanggung jawab mencerdaskan bangsa berawal dari keluarga, dan kualitas bangsa sangat dipengaruhi oleh perempuan yang mendidik.

Friderica juga menyoroti kontribusi perempuan dalam sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia menyebut sekitar 64,5% atau setara 37 juta UMKM di Indonesia dikelola oleh perempuan. “Jadi perempuan adalah penggerak ekonomi di masyarakat, bukan hanya pengelola keuangan keluarga,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Friderica mengingatkan bahwa literasi dan inklusi keuangan tidak cukup dimaknai sebagai akses terhadap layanan keuangan semata. Pelaku usaha, menurut dia, juga perlu memahami pengelolaan keuangan dan risiko agar usaha dapat tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan. OJK, lanjutnya, terus menggandeng berbagai pihak untuk meningkatkan pemahaman masyarakat di bidang keuangan.

Di sisi lain, Friderica menilai perkembangan digital turut menghadirkan tantangan yang perlu diwaspadai. OJK mencatat banyak aktivitas keuangan ilegal telah dihentikan, namun korban masih terus bermunculan. Berdasarkan laporan yang masuk, ia mengatakan mayoritas korban merupakan perempuan. Kondisi ini, menurutnya, menjadi alasan edukasi keuangan harus terus diperkuat agar masyarakat tidak terjebak kejahatan keuangan.

Friderica mendorong para pelaku UMKM, khususnya perempuan, untuk mengombinasikan kreativitas dengan pengetahuan keuangan yang memadai. Dengan bekal tersebut, ia menilai pelaku usaha dapat meningkatkan daya tahan dan keberlanjutan bisnis yang dijalankan.