Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) menggelar edukasi keuangan sekaligus survei akses keuangan bagi petani kakao. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan, khususnya pada komoditas kakao yang menjadi andalan di Konawe Selatan.
Kepala OJK Sultra melalui Manajer Madya Pelindungan Konsumen, Edukasi, dan Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PEPK dan LMSt), Desiyani Patra Rapang, mengatakan edukasi tersebut bertujuan membekali petani dengan pemahaman menyeluruh mengenai produk dan layanan keuangan formal.
Menurut Desiyani, melalui kegiatan edukasi para petani diberikan pemahaman tentang pengelolaan keuangan usaha tani, serta berbagai alternatif pembiayaan untuk mendukung pengembangan usaha secara berkelanjutan.
Ia menambahkan, Konawe Selatan memiliki posisi strategis sebagai salah satu sentra pengembangan kakao di Sulawesi Tenggara. Karena itu, penguatan literasi keuangan dinilai penting agar petani dapat memanfaatkan layanan keuangan secara bijak dan bertanggung jawab.
Selain edukasi, OJK juga melakukan survei akses keuangan terhadap petani kakao. Survei ini ditujukan untuk memetakan tingkat literasi dan inklusi keuangan, kebutuhan pembiayaan, serta berbagai kendala yang dihadapi petani dalam mengakses layanan keuangan formal.
Desiyani menjelaskan, hasil survei akan menjadi dasar penyusunan kebijakan dan program pembiayaan yang lebih tepat sasaran, adaptif, serta sesuai kebutuhan petani di daerah.
Melalui kolaborasi tersebut, OJK dan Pemkab Konawe Selatan berharap akses pembiayaan bagi petani semakin terbuka, kapasitas usaha meningkat, dan kesejahteraan petani kakao di Sulawesi Tenggara dapat tumbuh secara berkelanjutan.