BERITA TERKINI
OJK Sultra Edukasi UMKM di Konawe soal Pengelolaan Keuangan dan Akses Pembiayaan

OJK Sultra Edukasi UMKM di Konawe soal Pengelolaan Keuangan dan Akses Pembiayaan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara memberikan edukasi literasi dan inklusi keuangan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Konawe. Kegiatan ini ditujukan agar pelaku usaha dapat menguasai strategi pengelolaan keuangan serta memahami akses pembiayaan melalui layanan jasa keuangan formal.

Kepala OJK Sultra Bismi Maulana Nugaraha mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen OJK untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha terhadap produk dan layanan jasa keuangan formal secara optimal dan bertanggung jawab.

Menurut Bismi, kegiatan itu merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Konawe, OJK Provinsi Sulawesi Tenggara, dan Bank Indonesia. Program ini juga menjadi bagian dari implementasi Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN).

Dalam pelaksanaannya, perwakilan OJK Sulawesi Tenggara menyampaikan materi yang mencakup tugas dan fungsi OJK, pengenalan industri jasa keuangan, serta strategi pengelolaan keuangan usaha. Peserta juga mendapat pemahaman mengenai kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal, termasuk kejahatan berbasis manipulasi psikologis atau social engineering, serta pemanfaatan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

Bismi menegaskan pentingnya masyarakat memastikan lembaga dan produk jasa keuangan yang digunakan memiliki izin resmi dan berada dalam pengawasan OJK. Ia juga mengingatkan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan, menolak tawaran investasi ilegal, dan menerapkan prinsip 2L—Legal dan Logis—sebelum memilih produk keuangan.

Untuk perlindungan konsumen, OJK mengimbau masyarakat memanfaatkan kanal layanan dan pengaduan resmi melalui Kontak OJK 157, Aplikasi Portal Pelindungan Konsumen (APPK), serta Indonesia Anti-Scam Center (IASC).

OJK berharap perluasan jangkauan edukasi ini dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM, khususnya di Kabupaten Konawe. Kegiatan tersebut diikuti sedikitnya 120 peserta yang terdiri atas pelaku UMKM dan masyarakat umum.