Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai volatilitas pasar saham yang tercermin dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa waktu terakhir belum memengaruhi kinerja produk asuransi unitlink secara signifikan.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, menyampaikan bahwa hingga Januari 2026 klaim nilai tunai Produk Asuransi Yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI) tercatat menurun 3,69 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Menurutnya, penurunan tersebut mengindikasikan kondisi pasar saat ini belum mendorong peningkatan penarikan dana oleh pemegang polis.
Dari sisi perolehan premi, Ogi menyebut premi unitlink mencapai Rp4,06 triliun atau setara 22,59 persen dari total premi asuransi jiwa. Angka itu tumbuh 6,56 persen yoy per Januari 2026.
Ogi menilai perkembangan tersebut menunjukkan kinerja unitlink mulai stabil setelah mengalami penyesuaian dalam beberapa tahun terakhir, seiring penguatan regulasi dan perbaikan tata kelola produk.
Ke depan, OJK memandang unitlink masih akan menjadi salah satu produk penting di industri asuransi jiwa. Namun, komposisi produk kini dinilai lebih seimbang dengan peningkatan porsi produk asuransi kesehatan dan endowment. Struktur tersebut mencerminkan semakin beragamnya pilihan perlindungan bagi masyarakat.