Di tengah meningkatnya transaksi digital, menyediakan opsi pembayaran non-tunai menjadi salah satu langkah yang banyak ditempuh pelaku usaha. Salah satu metode yang paling banyak digunakan adalah QRIS karena memungkinkan pelanggan membayar dari berbagai aplikasi menggunakan satu kode QR.
Bank Indonesia mencatat, hingga Juni 2025 jumlah merchant QRIS mencapai 39,3 juta, dengan total 57 juta pengguna. Lalu, apa saja syarat membuat QRIS, bagaimana cara pendaftarannya, dan berapa biayanya?
Syarat membuat QRIS untuk usaha
Sebelum mendaftar, pelaku usaha perlu menyiapkan sejumlah data dan dokumen agar proses berjalan lancar. Dokumen yang umumnya diminta antara lain:
1) KTP atau NIK pemilik usaha.
2) Nomor telepon aktif.
3) Email aktif.
4) Rekening bank atas nama pemilik atau usaha.
5) Nama usaha atau merek.
6) NPWP (jika ada).
7) Foto usaha atau toko (jika diminta).
8) Surat izin usaha (tergantung penyedia).
Dokumen yang diunggah disarankan memiliki kualitas gambar yang jelas agar proses verifikasi tidak terkendala.
Cara membuat QRIS untuk usaha
Pembuatan QRIS dapat dilakukan melalui berbagai kanal, seperti aplikasi bank, e-wallet, atau Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) resmi yang terdaftar dan berizin di Bank Indonesia. Berikut dua contoh jalur pendaftaran yang umum digunakan.
A. Daftar QRIS melalui aplikasi e-wallet
Beberapa e-wallet menyediakan layanan pendaftaran QRIS, seperti GoPay Merchant, OVO, DANA, ShopeePay, dan LinkAja. Berikut alur pendaftaran dengan contoh GoPay Merchant:
1) Unduh aplikasi GoPay Merchant melalui Play Store atau App Store.
2) Buka aplikasi dan lakukan pendaftaran menggunakan nomor telepon yang belum terdaftar. Jika sudah memiliki akun GoPay Bisnis, pengguna dapat langsung login.
3) Masukkan kode OTP yang dikirim melalui SMS atau WhatsApp untuk verifikasi nomor.
4) Lengkapi dokumen identitas dengan mengunggah foto KTP yang jelas dan swafoto sambil memegang KTP.
5) Isi informasi usaha dan rekening, seperti nama usaha, alamat, kategori usaha, serta detail rekening bank penerima dana.
6) Setujui syarat dan ketentuan layanan, lalu kirim pengajuan pendaftaran.
7) Tunggu proses verifikasi. Setelah verifikasi selesai dan NMID (National Merchant ID) diterbitkan, notifikasi akan dikirim dan QRIS dapat digunakan.
8) Pilih jenis QRIS sesuai kebutuhan, misalnya QRIS statis untuk nominal fleksibel atau QRIS dinamis untuk nominal tertentu.
9) Pasang kode QRIS di area pembayaran yang mudah terlihat, seperti meja kasir.
B. Daftar QRIS melalui aplikasi perbankan
Selain e-wallet, pembuatan QRIS juga dapat dilakukan lewat aplikasi bank, seperti BCA, Bank Sinarmas, BRI, BNI, Mandiri, atau blu by BCA Digital. Berikut contoh langkah melalui aplikasi blu:
1) Unduh aplikasi blu melalui Google Play Store atau App Store.
2) Buka aplikasi dan masuk ke menu QRIS di halaman utama.
3) Pilih opsi Create QRIS untuk menerima dana, lalu tentukan rekening tujuan penerimaan (misalnya bluAccount atau bluBisnis).
4) Atur detail transaksi. Pengguna dapat mengisi nominal jika ingin jumlah ditentukan, atau membiarkannya kosong bila nominal ingin fleksibel.
5) Klik Lanjut untuk membuat kode QRIS. Sistem akan menghasilkan QR code yang siap digunakan.
Biaya pembuatan QRIS
Pendaftaran QRIS umumnya gratis. Namun, setiap transaksi dikenakan biaya MDR (Merchant Discount Rate) sekitar 0,3%–0,7%, tergantung jenis merchant dan platform. Sejumlah platform juga menawarkan MDR 0% untuk kategori tertentu.
Contohnya, jika pelanggan membayar Rp100.000 dan MDR yang dikenakan 0,3%, dana yang masuk ke rekening usaha menjadi Rp99.700.
Berapa lama proses pembuatan QRIS?
Proses pembuatan QRIS umumnya memakan waktu 1–7 hari kerja, bergantung pada kelengkapan dokumen, kualitas file, serta kecepatan verifikasi penyedia layanan. Jika data lengkap, aktivasi biasanya selesai dalam 3–7 hari kerja.
Dengan QRIS, pelaku usaha dapat menyediakan metode pembayaran yang lebih praktis bagi pelanggan melalui satu kode QR yang dapat dipindai dari berbagai aplikasi pendukung.