PALANGKA RAYA — Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya menaruh perhatian pada upaya menjaga stabilitas ekonomi makro sebagai fondasi keberlanjutan pembangunan daerah. Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, menegaskan bahwa kondisi ekonomi yang stabil, terutama terkait pengendalian harga, berpengaruh langsung terhadap daya beli masyarakat dan laju pertumbuhan ekonomi yang direncanakan.
Menurut Zaini, tanpa stabilitas harga, daya beli masyarakat dapat terganggu dan berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi. Karena itu, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Palangka Raya terus melakukan pemantauan rutin terhadap harga kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional.
Selain pemantauan, Pemko Palangka Raya juga menjalankan langkah intervensi untuk menjaga keterjangkauan harga. Salah satunya melalui operasi pasar murah yang terus digalakkan agar masyarakat tetap memperoleh akses pangan dengan harga terjangkau.
Dalam kesempatan yang sama, Zaini menyoroti pentingnya pengelolaan fiskal daerah yang sehat dan akuntabel. Ia menekankan realisasi anggaran perlu dilakukan tepat waktu dan tepat sasaran sehingga dapat memberi stimulus bagi perekonomian lokal.
Ia menilai penyerapan anggaran yang efisien menjadi salah satu kunci menjaga sirkulasi uang di masyarakat. Dengan demikian, ketahanan ekonomi kota diharapkan lebih kuat dalam menghadapi tantangan global.
Untuk memperkuat ekonomi makro, Zaini juga menekankan perlunya diversifikasi sumber pendapatan daerah. Ia mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui digitalisasi perpajakan yang transparan, sehingga pemerintah memiliki ruang gerak lebih luas dalam mendanai program strategis yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
Sumber: infopublik.id