PT Pintu Kemana Saja (Pintu) memperluas inisiatif edukasi dan literasi keuangan melalui kegiatan Pintu Goes to Campus bertajuk Financial Literacy di Bale Sawala, Universitas Padjadjaran (Unpad), Jatinangor, Bandung, Jawa Barat, Rabu (9/4/2026). Acara ini diikuti lebih dari 200 mahasiswa dan diisi dengan penyerahan penghargaan kepada delapan mahasiswa Unpad berprestasi.
Rektor Unpad Arief Sjamsulaksan Kartasasmita menekankan pentingnya literasi keuangan bagi mahasiswa di tengah semakin beragamnya produk keuangan. Ia menyatakan literasi keuangan, termasuk literasi kripto dan investasi, perlu dipahami agar mahasiswa memiliki bekal dalam mengambil keputusan.
“Literasi keuangan, termasuk literasi kripto dan investasi, merupakan hal yang sangat penting untuk dipahami. Tanpa pemahaman yang baik, berbagai produk keuangan berpotensi menimbulkan masalah di masa depan,” ujar Arief dalam keterangan, Rabu (15/4/2026).
Djoko Kurnijanto menyoroti adanya kesenjangan antara tingkat literasi dan inklusi keuangan, khususnya pada aset kripto. Ia mendorong masyarakat agar tidak sekadar mengikuti tren ketika berinvestasi, melainkan memahami aspek legalitas dan kewajaran penawaran yang diterima.
“Kami terus mendorong agar masyarakat tidak sekadar ikut tren dalam berinvestasi. Prinsip 2L, yakni legal dan logis, harus menjadi acuan. Pastikan aset dan platform yang digunakan telah berizin serta tidak mudah tergiur iming-iming keuntungan pasti,” kata Djoko.
Sementara itu, Chief Marketing Officer Pintu Timothius Martin menilai adopsi kripto terus tumbuh pesat, baik di tingkat global maupun nasional. Ia menyebut secara global sekitar 700 juta orang telah berinvestasi di kripto, sedangkan di Indonesia jumlah investor mencapai sekitar 21 juta dan disebut telah melampaui jumlah investor saham.
“Tantangan utamanya bukan lagi adopsi, melainkan literasi,” ujar Timothius.