BERITA TERKINI
PINTU, OJK, dan Unpad Gelar Edukasi Literasi Keuangan dan Kripto untuk Mahasiswa

PINTU, OJK, dan Unpad Gelar Edukasi Literasi Keuangan dan Kripto untuk Mahasiswa

PT PINTU Kemana Saja (PINTU) berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Universitas Padjadjaran (Unpad) menggelar program edukasi literasi keuangan dan investasi aset kripto bagi mahasiswa. Kegiatan bertajuk PINTU Goes to Campus dengan tema Financial Literacy itu berlangsung di Bale Sawala, Unpad, Jatinangor, Bandung.

Acara tersebut diikuti lebih dari 200 mahasiswa dari berbagai fakultas. Selain sesi literasi keuangan, kegiatan juga dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada delapan mahasiswa berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas capaian akademik dan kontribusi mereka.

Sejumlah pihak hadir dalam kegiatan ini, antara lain Rektor Unpad Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, Kepala Departemen Pengaturan dan Perizinan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Djoko Kurnijanto, serta perwakilan OJK Jawa Barat Melati Usman. Hadir pula Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad Prof. Dian Masyita, Wakil Pemimpin Redaksi Investortrust.id Abdul Aziz, SVP Strategy & Business PINTU Andy Putra, serta Chief Marketing Officer PINTU Timothius Martin.

Dalam sambutannya, Rektor Unpad menekankan pentingnya literasi keuangan sebagai bekal mahasiswa menghadapi kompleksitas produk keuangan modern. Menurut dia, perkembangan instrumen investasi, termasuk aset kripto, menuntut pemahaman yang memadai agar generasi muda tidak terjebak dalam risiko finansial di masa depan.

“Literasi keuangan, termasuk pemahaman mengenai investasi dan kripto, merupakan hal yang sangat penting. Tanpa pengetahuan yang cukup, potensi masalah keuangan di masa depan akan semakin besar. Oleh karena itu, kolaborasi seperti ini menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan generasi muda yang lebih siap secara finansial,” ujar Prof. Arief.

Sementara itu, Djoko Kurnijanto dari OJK menyoroti masih adanya kesenjangan antara tingkat literasi dan inklusi keuangan, khususnya pada sektor aset kripto. Ia mengingatkan pentingnya prinsip kehati-hatian dalam berinvestasi melalui pendekatan “2L”, yakni Legal dan Logis.

Djoko menyampaikan masyarakat perlu memastikan aset yang dipilih bersifat legal dan diperdagangkan melalui platform resmi yang berlisensi serta diawasi regulator. Ia juga mengimbau calon investor bersikap rasional dan tidak mudah tergiur iming-iming keuntungan instan.