Di tengah narasi bahwa kondisi ekonomi Indonesia masih terjaga pada Kuartal I-2026, dua indikator survei utama—Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI-BI) dan Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU)—menunjukkan sinyal yang lebih beragam.
Secara umum, kedua indikator tersebut masih berada di wilayah ekspansi. Namun, jika dilihat lebih rinci, ekspansi yang terjadi dinilai tidak sepenuhnya solid karena sejumlah komponen memperlihatkan pelemahan.
PMI-BI pada triwulan I-2026 tercatat 52,03, yang mengindikasikan sektor manufaktur masih berekspansi. Sejumlah komponen, seperti produksi, pesanan, dan persediaan, sama-sama berada di zona ekspansi.
Meski demikian, data PMI-BI juga memperlihatkan tenaga kerja berada di zona kontraksi. Selain itu, kecepatan penerimaan input disebut belum sepenuhnya pulih. Dalam kondisi normal, ekspansi usaha dan manufaktur umumnya diikuti oleh peningkatan penyerapan tenaga kerja.
Sementara itu, SKDU secara sektoral masih mencatat kinerja positif yang didorong oleh beberapa lapangan usaha utama. Sektor-sektor yang disebut menopang antara lain jasa keuangan, pertanian, industri pengolahan, serta perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi kendaraan.
Dengan demikian, meskipun indikator agregat masih menunjukkan ekspansi pada awal 2026, rincian komponen di dalamnya mengisyaratkan adanya fondasi pertumbuhan yang mulai melemah.