BERITA TERKINI
Portofolio Lo Kheng Hong per 31 Maret 2026 Diperkirakan Rp1,83 Triliun, Ini Rincian 13 Saham yang Dimiliki

Portofolio Lo Kheng Hong per 31 Maret 2026 Diperkirakan Rp1,83 Triliun, Ini Rincian 13 Saham yang Dimiliki

Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) merilis data kepemilikan saham untuk periode yang berakhir pada 31 Maret 2026. Data tersebut kembali menyorot portofolio investor Lo Kheng Hong (LKH), yang berdasarkan catatan itu terlihat memperkuat posisi pada sejumlah emiten yang telah lama menjadi koleksinya.

Hingga penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 10 April 2026, nilai pasar portofolio Lo Kheng Hong diperkirakan mencapai sekitar Rp1,83 triliun. Portofolio ini tersebar di 13 emiten dari berbagai sektor.

Perubahan dibanding Februari 2026

Dibandingkan posisi pada Februari 2026, terdapat beberapa perubahan pada jumlah kepemilikan saham Lo Kheng Hong. Ia tercatat menambah porsi di beberapa emiten, antara lain:

PT Intiland Development Tbk (DILD): naik dari 696.038.100 lembar menjadi 704.138.100 lembar.

PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL): bertambah dari 209.898.500 lembar menjadi 218.032.800 lembar.

PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST): meningkat dari 111.862.800 lembar menjadi 129.590.000 lembar.

ABM Investama (ABMM) dan Ramayana Lestari Sentosa (RALS) juga tercatat mengalami kenaikan tipis dibanding periode sebelumnya.

Sejalan dengan pergerakan harga pasar, nilai portofolio juga mengalami perubahan. Dalam data yang dirangkum, nilai pasar GJTL meningkat dari Rp225 miliar menjadi Rp246 miliar, sementara SIMP naik dari Rp464 miliar menjadi Rp518 miliar.

Daftar 13 saham Lo Kheng Hong per 31 Maret 2026

Berikut rincian kepemilikan Lo Kheng Hong yang dikelompokkan berdasarkan persentase kepemilikan:

Kepemilikan di atas 5%

SIMP (Salim Ivomas Pratama): 5,03% (779,2 juta saham), nilai pasar Rp518,17 miliar.

ABMM (ABM Investama): 5,64% (155,3 juta saham), nilai pasar Rp478,58 miliar.

GJTL (Gajah Tunggal): 6,26% (218 juta saham), nilai pasar Rp246,38 miliar.

BMTR (Global Mediacom): 6,44% (1,06 miliar saham), nilai pasar Rp158,01 miliar.

DILD (Intiland Development): 6,79% (704,1 juta saham), nilai pasar Rp88,01 miliar.

Kepemilikan di bawah 5%

LSIP (PP London Sumatra Indonesia): 1,31%, nilai pasar Rp128,22 miliar.

RALS (Ramayana Lestari Sentosa): 2,19%, nilai pasar Rp67,11 miliar.

PNIN (Paninvest): 1,23%, nilai pasar Rp38,65 miliar.

SRIL (Sri Rejeki Isman): 1,02%, nilai pasar Rp31 miliar (berdasarkan harga terakhir sebelum suspensi).

MAIN (Malindo Feedmill): 1,24%, nilai pasar Rp28,90 miliar.

CFIN (Clipan Finance Indonesia): 1,63%, nilai pasar Rp21,82 miliar.

BEST (Bekasi Fajar Industrial Estate): 1,34%, nilai pasar Rp13,47 miliar.

ADMG (Polychem Indonesia): 1,29%, nilai pasar Rp10,06 miliar.

Untuk beberapa saham, seperti ADMG, MAIN, PNIN, dan SRIL, jumlah kepemilikan tercatat cenderung stagnan atau tidak mengalami perubahan signifikan dibanding bulan sebelumnya.