BERITA TERKINI
Rangkuman Berita: Bursa Asia Menguat Secara Mingguan, Minyak Bertahan di Bawah US$ 100

Rangkuman Berita: Bursa Asia Menguat Secara Mingguan, Minyak Bertahan di Bawah US$ 100

Sejumlah berita ekonomi dan internasional mewarnai pergerakan pasar pada Jumat (17/4). Sorotan utama tertuju pada bursa Asia yang mengarah ke penguatan secara mingguan, sementara harga minyak dilaporkan bertahan di bawah level US$ 100 per barel.

Di sisi korporasi, Shell disebut menjual 70 jaringan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Prancis. Dalam transaksi tersebut, DCC Energy disebut akan menjadi pengelola baru jaringan SPBU tersebut.

Dari pasar valuta asing, dolar AS dilaporkan melemah. Kondisi ini terjadi seiring pasar mulai meragukan langkah bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), untuk kembali menaikkan suku bunga.

Masih dari ranah korporasi, KFC dikabarkan mengganti Pepsi dengan Coca-Cola setelah menjalin kemitraan selama empat dekade.

Di India, situasi politik memanas setelah dilaporkan 130 juta nama pemilih dihapus. Perkembangan ini memicu demonstrasi, dan sejumlah aktivis disebut ditangkap.

Dari dalam negeri, Trimegah Sekuritas menyatakan siap melunasi obligasi jatuh tempo senilai Rp 100 miliar pada Oktober 2026.

Sementara itu, Perumnas dikabarkan menggandeng Paramount untuk membangun 14.000 rumah.

Di pasar saham AS, Wall Street dilaporkan bergerak bervariasi. Saham-saham terkait kecerdasan buatan (AI) melemah dan menekan Nasdaq, sementara Dow Jones disebut justru mencatat kenaikan.

Selain itu, MSCI dikabarkan mengancam mengeluarkan sebuah saham karena model bisnisnya dinilai mirip dana investasi.