Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono membuka Rapat Pleno Program Kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Aula Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto, Kamis (16/04/2026). Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto Christoveny serta Kepala OJK Purwokerto Dinavia Tri.
Dalam rapat tersebut, Dinavia Tri menyampaikan bahwa OJK telah meluncurkan Roadmap TPAKD periode 2026–2030 sebagai arah kebijakan baru untuk memperkuat inklusi keuangan di daerah. Ia menegaskan peluncuran roadmap itu merupakan langkah lanjutan untuk memastikan kebijakan akses keuangan daerah selaras dengan visi pembangunan pemerintah pusat.
Dinavia memaparkan, secara nasional TPAKD telah terbentuk di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota. Berdasarkan data 2025, tingkat inklusi keuangan nasional mencapai 80,51 persen, sedangkan tingkat literasi keuangan berada di angka 66,46 persen. Menurutnya, selisih antara inklusi dan literasi tersebut masih menjadi tantangan yang perlu diselesaikan bersama.
Ia menyebut kesenjangan itu menunjukkan pentingnya upaya berkelanjutan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan layanan keuangan. Dinavia juga menekankan penguatan akses keuangan ke depan membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk sinergi dengan program digitalisasi daerah, agar optimalisasi layanan, pendampingan, dan pelaporan dalam sistem informasi dapat berjalan lebih baik.
Di tingkat daerah, Kabupaten Banyumas mencatat sejumlah capaian melalui lima program prioritas sepanjang 2025. Di antaranya program One Student One Account (Simpanan Pelajar) yang melampaui target dari 1.000 menjadi 1.750 rekening, penguatan Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) melalui pendampingan literasi dan perluasan akses keuangan di desa, serta digitalisasi pasar termasuk implementasi pembayaran berbasis QRIS di Pasar Cilongok.
Sementara itu, Sadewo menegaskan akses keuangan memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi daerah di tengah percepatan digitalisasi. Ia menyebut TPAKD memiliki tiga tujuan utama, yakni mendorong inklusi keuangan di seluruh lapisan masyarakat, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan, serta meningkatkan literasi keuangan masyarakat.
Menurut Sadewo, fokus ke depan diarahkan pada peningkatan akses keuangan bagi pedagang pasar melalui transformasi digital. Ia menyebut penerapan sistem pembayaran non tunai dan digitalisasi menjadi langkah penting, dengan prioritas pada Pasar Manis, Pasar Karanglewas, Pasar Cilongok, dan Pasar Sokaraja.
Sadewo juga menekankan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan agar program TPAKD berjalan optimal. Ia menilai komunikasi yang jelas kepada masyarakat menjadi kunci, sekaligus menginstruksikan perangkat daerah untuk memastikan kendala di lapangan dapat diselesaikan secara tuntas.
Ia berharap, melalui penguatan komunikasi dan gerak bersama lintas lini, program TPAKD dapat berjalan efektif, efisien, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.