Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi bersamaan dengan kenaikan harga solar industri menambah beban pelaku usaha. Apindo memperkirakan tambahan beban yang harus ditanggung pengusaha mencapai Rp 76,5 triliun.
Menurut Apindo, kombinasi tekanan kurs dan kenaikan biaya energi berpotensi meningkatkan biaya operasional perusahaan, terutama bagi sektor-sektor yang bergantung pada bahan bakar dan aktivitas logistik. Kondisi ini dinilai dapat memengaruhi perencanaan bisnis serta menjaga daya saing di tengah ketidakpastian ekonomi.
Di saat yang sama, isu energi juga menjadi perhatian global. Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan kelangkaan solar dunia masih akan berlanjut hingga 2027 dan memperingatkan potensi dampaknya terhadap inflasi.