PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) mencatat aktivitas transaksi yang menonjol pada awal pekan, seiring kembalinya minat investor asing dan penguatan harga saham dalam beberapa hari terakhir. Pergerakan saham emiten yang berada dalam ekosistem bisnis Prajogo Pangestu ini menjadi perhatian pasar di tengah langkah perusahaan memperkuat armada logistik maritim untuk distribusi produk kimia.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (13/4/2026), saham CDIA membukukan beli bersih (net buy) oleh investor asing sebesar Rp27,35 miliar. Catatan tersebut muncul setelah sebelumnya investor asing mencatat jual bersih (net sell) selama tiga hari bursa berturut-turut. Kembalinya arus modal asing terjadi di tengah dinamika pergerakan pasar pada sektor industri dasar.
Dari sisi pergerakan harga, saham CDIA berada di zona penguatan sejak 6 April 2026. Pada penutupan perdagangan terakhir, saham CDIA ditutup naik 10,84% ke level Rp1.125 per saham. Dalam sepekan, saham ini tercatat meningkat 28,57%. Sementara dalam satu bulan, harga saham CDIA naik 41,51% dari level Rp795. Masuknya dana asing tersebut turut menambah likuiditas perdagangan CDIA di pasar reguler, dengan perhatian investor mengarah pada keberlanjutan operasional perusahaan dalam jangka menengah.
Di sisi operasional, PT Chandra Shipping International (CSI) sebagai anak usaha CDIA meresmikan kapal logistik kimia baru bernama Boreas. Kapal ini memiliki kapasitas 9.000 deadweight tonnage (DWT) dan dirancang untuk pengangkutan produk kimia cair. Penambahan armada ini disebut menjadi bagian dari upaya memperkuat infrastruktur logistik maritim dan meningkatkan efisiensi distribusi di industri kimia.
Manajemen menjadwalkan Boreas mulai beroperasi secara komersial pada Juni 2026. Pengadaan kapal tersebut didorong oleh kebutuhan sektor energi dan kimia di Asia terhadap layanan logistik yang terintegrasi dan aman. Dengan kapasitas 9.000 DWT, Boreas diharapkan menambah fleksibilitas operasional dalam pengelolaan rantai pasok, baik untuk kebutuhan domestik maupun pasar internasional yang memiliki ketentuan ketat terkait keamanan pengiriman bahan kimia.
Dalam rencana operasionalnya, Boreas akan melayani rute perdagangan dari Asia hingga Eropa. Selain mendukung distribusi internal Chandra Asri Group, layanan kapal ini juga dibuka untuk pelanggan eksternal lintas sektor, yang mengindikasikan upaya diversifikasi basis pelanggan guna memaksimalkan utilisasi armada.
Dengan jangkauan rute internasional dan penambahan kapasitas angkut, CDIA menempatkan armada baru ini sebagai bagian dari penguatan infrastruktur logistik maritim terintegrasi. Pengoperasian Boreas pada Juni mendatang diharapkan dapat menjaga stabilitas layanan distribusi perusahaan di tengah persaingan industri logistik maritim.