BERITA TERKINI
SDN Sukasari 5 Kota Tangerang Gelar Kemitraan Satu untuk Asah Bakat dan Perkuat Literasi Siswa

SDN Sukasari 5 Kota Tangerang Gelar Kemitraan Satu untuk Asah Bakat dan Perkuat Literasi Siswa

SDN Sukasari 5 Kota Tangerang menggelar kegiatan Kemitraan Satu sebagai ajang mengasah bakat siswa sekaligus memperkuat literasi, numerasi, dan kampanye anti-bullying dalam suasana yang dibuat menggembirakan.

Kepala SDN Sukasari 5, Wawat Tustiawati, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi sekolah untuk mendorong digitalisasi serta memperluas kemitraan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

Menurut Wawat, kolaborasi diperlukan karena tanggung jawab pendidikan tidak hanya berada di sekolah, tetapi juga melibatkan orang tua, instansi pemerintah, lembaga swasta, hingga dunia usaha. “Sekolah harus berkolaborasi. Tanggung jawab mendidik itu tidak hanya di sekolah, tapi juga orang tua, instansi pemerintah, lembaga swasta, hingga dunia usaha. Hari ini, kami bekerja sama dengan mitra swasta untuk mencapai tujuan pendidikan Indonesia yang lebih luas,” ujarnya, Rabu, 15 April 2026.

Ia menjelaskan, suasana sekolah pada kegiatan tersebut tampak berbeda dari hari biasanya. Para siswa tidak hanya menyimak, tetapi juga aktif menjawab evaluasi numerasi dan literasi dengan antusias. Kehadiran pihak luar dari dunia usaha dinilai memberi warna baru terhadap psikologi belajar siswa, sekaligus membantu mengurangi kejenuhan apabila pembelajaran hanya berlangsung dengan interaksi guru di kelas.

“Kami ingin prinsip pembelajaran mendalam itu tercapai: menggembirakan, bermakna, dan berkesadaran. Dengan kolaborasi ini, anak-anak merasa belajar itu lebih bahagia dan berwarna,” kata Wawat.

Selain penguatan literasi dan numerasi, kegiatan ini juga menjadi panggung bagi siswa untuk menampilkan kemampuan mereka. Berbagai penampilan seni dan ketangkasan ditampilkan sebagai hasil dari program unggulan “Satu Siswa Satu Ekskul Pilihan”, yang mewajibkan setiap siswa mengikuti ekstrakurikuler sesuai minat dan bakat yang dipilih secara konsisten.

Wawat menegaskan, meski sekolah terbuka terhadap kerja sama dengan pihak swasta, aspek keamanan dan manfaat bagi siswa tetap menjadi prioritas. Setiap mitra yang terlibat, termasuk perusahaan seperti Kiko yang turut berpartisipasi, disebut harus melalui proses seleksi ketat.

“Kita lihat dulu, apakah produknya sehat atau tidak, bermanfaat atau tidak untuk anak-anak. Harus ada simbiosis yang saling menguntungkan namun tetap mengutamakan edukasi,” tegasnya.

Melalui langkah tersebut, SDN Sukasari 5 berharap dapat menarik lebih banyak mitra ke depan untuk membangun ekosistem pendidikan yang solid, dengan tujuan mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan bahagia.