BERITA TERKINI
Sejumlah Bank Vietnam Siapkan Anak Usaha untuk Perkuat Layanan Keuangan Internasional di VIFC

Sejumlah Bank Vietnam Siapkan Anak Usaha untuk Perkuat Layanan Keuangan Internasional di VIFC

Sejumlah bank di Vietnam mulai menyiapkan langkah ekspansi ke Vietnam International Financial Center (VIFC) melalui pembentukan bank anak usaha maupun entitas hukum baru. Langkah ini mencerminkan upaya memperluas akses terhadap arus modal internasional sekaligus mendekatkan praktik operasional perbankan ke standar keuangan global.

Di kelompok bank komersial milik negara, Vietcombank secara resmi mengajukan proposal kepada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2026 untuk mendirikan bank komersial perseroan terbatas yang sepenuhnya dimiliki. Vietcombank direncanakan memegang 100% modal operasional di VIFC, dengan modal dasar sekitar 3.000 miliar VND. Model ini difokuskan pada layanan yang mendukung transaksi internasional, seperti pembayaran lintas batas, pembiayaan perdagangan, valuta asing, jaminan, dan surat kredit.

Rencana tersebut disebut bukan sekadar versi kecil dari bank induk. Entitas baru diarahkan untuk beroperasi dalam kerangka hukum yang lebih fleksibel dan lebih dekat dengan standar internasional, sehingga memungkinkan penerapan operasi baru atau kompleks yang saat ini masih dibatasi regulasi.

VietinBank juga dilaporkan tengah mempelajari opsi pembentukan anak perusahaan atau bentuk badan hukum lain untuk berpartisipasi di VIFC. Namun, implementasinya menunggu penyelesaian kerangka hukum dan persetujuan otoritas pengatur.

Dari kelompok bank komersial perseroan terbatas, Nam A Bank menyetujui rencana mendirikan anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki untuk beroperasi di VIFC. Menurut pimpinan bank, langkah ini ditujukan untuk menjalankan strategi pengembangan jangka panjang dan memperluas operasi keuangan internasional. Bank tersebut sebelumnya juga telah menjadi investor strategis di pusat keuangan internasional di Kota Ho Chi Minh.

Direktur Divisi Perdagangan Mata Uang Nam A Bank, Bui Hai Duong, menilai bank-bank Vietnam berpeluang menjadi penyedia utama ekosistem layanan investasi komprehensif bagi investor asing. Layanan itu meliputi konsultasi hukum dan dukungan prosedur investasi; analisis, penilaian, serta pemilihan peluang investasi; penilaian keuangan, audit, manajemen risiko, dan penataan proyek; manajemen arus kas, kustodian, pembayaran internasional; hingga penyediaan instrumen mitigasi risiko.

TPBank juga memasukkan rencana pendirian bank anak usaha dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2026, dengan modal dasar sekitar 3.000 miliar VND di kerangka VIFC Kota Ho Chi Minh. Tujuannya agar entitas tersebut dapat memanfaatkan mekanisme khusus untuk menjalankan aktivitas keuangan sesuai praktik internasional, sekaligus berekspansi ke bidang keuangan internasional, fintech, dan operasi lintas batas. Rencana ini disebut masih berada pada tahap penelitian dan pengembangan, serta akan dijalankan mengikuti peta jalan yang selaras dengan orientasi pengembangan VIFC dan persyaratan regulasi.

Menurut para ahli, masuknya bank-bank ke VIFC terutama didorong kebutuhan memperluas akses ke aliran modal internasional. Sistem keuangan Vietnam dinilai masih sangat bergantung pada kredit bank, sementara kebutuhan pembiayaan untuk pertumbuhan—terutama di sektor infrastruktur, energi, logistik, dan teknologi tinggi—semakin melampaui kemampuan pasokan tradisional. Dalam konteks itu, VIFC diharapkan menjadi “gerbang” yang menghubungkan langsung ke pasar modal global, dengan bank komersial berperan sebagai saluran utama pengaliran modal.

Melalui VIFC, bank diproyeksikan dapat mengakses sumber modal yang lebih beragam dari sisi mata uang, tenor, dan biaya, lalu mengalokasikannya kembali secara lebih fleksibel ke perekonomian domestik. Salah satu poin yang disorot adalah mekanisme sandbox atau pengujian terkontrol, yang memungkinkan lembaga keuangan menerapkan model dan teknologi baru dalam kerangka hukum yang lebih fleksibel dengan tetap menjaga keamanan sistem.

Seorang eksekutif bank menyebut sandbox dapat membuka ruang uji coba pemanfaatan blockchain pada operasi inti seperti pembayaran lintas batas, pembiayaan perdagangan, manajemen agunan, pelacakan arus kas, dan digitalisasi rantai pasokan. Mekanisme ini juga dinilai dapat menjadi ruang uji untuk mata uang kripto dan aset digital di bawah pengawasan regulasi. Dalam skema tersebut, bank dapat berperan sebagai kustodian, pemroses pembayaran, pelaksana identifikasi pelanggan (KYC), serta pengelola risiko, agar model aset digital mendukung aktivitas keuangan dan investasi nyata, bukan semata spekulasi.

Perkembangan rencana di sejumlah bank menunjukkan bahwa kehadiran di VIFC tidak lagi dipandang sebagai langkah percobaan, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk berintegrasi lebih dalam dengan pasar modal dan standar keuangan global.

Profesor Madya Dr. Nguyen Huu Huan, Wakil Ketua Dewan Eksekutif Pusat Keuangan Internasional Vietnam di Kota Ho Chi Minh, menilai peran pusat keuangan dalam jangka panjang bukan hanya menambah kanal mobilisasi modal, tetapi juga berkontribusi pada restrukturisasi sistem keuangan nasional menuju hubungan yang lebih seimbang antara perbankan dan pasar modal.

Dari sisi kebijakan, Bui Hai Duong menekankan pentingnya desain proaktif dan dukungan negara agar bank dapat menjalankan peran tersebut secara optimal. Ia menyebut perlunya kerangka kebijakan preferensial yang selektif dan terarah untuk menarik perusahaan keuangan internasional dengan komitmen jangka panjang. Insentif yang dimaksud tidak hanya pembebasan atau pengurangan pajak, tetapi juga mencakup akses pasar, perizinan prioritas, serta penciptaan kondisi agar lembaga internasional dapat terlibat dalam pengembangan produk, pelatihan sumber daya manusia, dan transfer teknologi keuangan. Pemilihan mitra strategis juga dinilai perlu dipertimbangkan dalam strategi peningkatan ekosistem keuangan nasional.

Selain itu, ekosistem produk keuangan yang diakui secara internasional dinilai perlu dibangun dan distandardisasi di VIFC, termasuk produk investasi, manajemen aset, dana, derivatif, serta struktur keuangan yang kompleks. Ketika bank mampu menyediakan layanan lengkap mulai dari konsultasi, penataan transaksi, manajemen risiko, hingga penyelesaian dan kustodian, VIFC diharapkan tidak hanya menjadi tujuan modal jangka pendek, tetapi juga platform untuk menerima dan mengalokasikan modal jangka menengah dan panjang.

Para ahli juga menyoroti pentingnya stabilitas makroekonomi bagi kepercayaan investor internasional. Lingkungan ekonomi yang stabil, kebijakan moneter dan fiskal yang konsisten, serta nilai tukar yang transparan disebut dapat menjadi fondasi bagi penerapan produk keuangan jangka panjang dan struktur transaksi yang kompleks. Negara juga dinilai perlu mendukung peningkatan kemampuan organisasi dan teknologi perbankan, mulai dari pembentukan komite strategis di tingkat dewan untuk operasional VIFC hingga investasi infrastruktur teknologi dan pengembangan sumber daya manusia berkualitas tinggi.

Wakil Direktur Jenderal Layanan Penasihat Strategis, Risiko, dan Transaksi Deloitte Vietnam, Duong Thanh Tung, membagikan pengalaman dari sejumlah pusat keuangan yang dinilai sukses seperti DIFC (Dubai), ADGM (Abu Dhabi), dan AIFC (Astana). Menurutnya, faktor penentu bukan semata infrastruktur atau insentif pajak, melainkan ekosistem kelembagaan yang tersinkronisasi. Fondasi utamanya mencakup kerangka hukum yang transparan, penegakan kontrak yang dapat diprediksi, mekanisme penyelesaian sengketa yang efektif, serta disiplin pasar yang ketat.

Ia juga menekankan kebutuhan “kedalaman” pasar modal melalui produk investasi yang transparan dan likuid, serta sistem pemeringkatan kredit. Dari perspektif tata kelola, pembukaan pasar disebut harus disertai pengendalian risiko melalui mekanisme anti pencucian uang, pemantauan arus modal, dan jaminan keamanan data. Di saat yang sama, sumber daya manusia berkualitas tinggi dan ekosistem layanan profesional—mulai dari hukum, audit, valuasi, perbankan investasi, konsultasi M&A, hingga teknologi dan data—dipandang sebagai rantai pendukung penting bagi pembangunan VIFC yang berkelanjutan.