PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk menggelar kegiatan edukasi tentang pentingnya menabung saham bagi karyawan dan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kota Semarang. Kegiatan ini disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi keuangan sekaligus mendorong partisipasi masyarakat di pasar modal Indonesia.
Acara bertajuk “Sosialisasi dan Pelatihan Menabung Saham” tersebut berlangsung di Agrowisata Pabrik Sido Muncul, Bergas Klepu, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada Senin (30/3). Kegiatan ini merupakan inisiasi Direktur Sido Muncul Dr (HC) Irwan Hidayat, yang mendorong agar semakin banyak investor domestik terlibat di pasar modal.
Dalam kesempatan itu, Irwan menyampaikan perlunya perubahan pola pikir dalam mengelola keuangan. Menurut dia, masyarakat selama ini sudah terbiasa menyisihkan penghasilan setiap bulan, namun dana tersebut kerap hanya disimpan tanpa memberikan hasil yang optimal.
Irwan menuturkan gagasan mengajak masyarakat menabung saham berawal dari percakapannya dengan asisten rumah tangga yang hendak mudik dan meminta gaji. Saat ditanya rencana penggunaan uang, asisten tersebut menjawab akan menabung. Dari situ, Irwan menilai edukasi keuangan masih dibutuhkan di berbagai kalangan.
“Saya ingin orang Indonesia menjadi partisipan investor domestik. Saya sudah buktikan pakai nama Hotel Tentrem, Ayam Goreng Bima, enggak tergantung sama merek orang lain,” ujar Irwan di sela acara.
Irwan juga menilai diversifikasi instrumen keuangan dapat menjadi bekal menuju kemandirian ekonomi. Ia menyebut menabung saham dapat dilakukan oleh hampir semua orang dengan menyesuaikan kemampuan masing-masing, misalnya menyisihkan Rp 100.000 hingga nominal yang lebih besar sesuai penghasilan.
Meski mendorong kebiasaan menabung saham, Irwan mengimbau masyarakat berhati-hati dalam memilih saham. Ia menyarankan agar calon investor memperhatikan rekam jejak perusahaan, termasuk kinerja keuangan, pembagian dividen, serta konsistensi pertumbuhan perusahaan.
Pelatihan tersebut juga dirancang sebagai praktik langsung agar ribuan karyawan pabrik yang berada di bawah naungan Sido Muncul mendapatkan pemahaman pengelolaan keuangan. Dalam kegiatan ini, Direktur PT Ina Sekuritas Indonesia Budiman Satrio Sudono hadir sebagai pembicara yang memberikan materi mengenai saham kepada perwakilan karyawan.
Selain karyawan, acara ini diikuti puluhan mahasiswa dari sejumlah kampus di Semarang, antara lain Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), dan Universitas Katolik Soegijapranata (Unika).
Budiman menyampaikan bahwa setiap instrumen investasi, termasuk saham, memiliki risiko. Namun, ia meminta masyarakat tidak perlu takut rugi dan mengibaratkan risiko investasi serupa dengan risiko memelihara ternak.
Menurut Budiman, risiko kerugian dapat diminimalisasi dengan memilih perusahaan yang tepat. Dalam paparannya, ia menyebut Sido Muncul sebagai satu-satunya perusahaan jamu yang melantai di bursa dengan catatan keuangan yang dinilainya relatif positif, serta menyinggung adanya penghargaan “The Best CEO” yang pernah diterima manajemen perusahaan berdasarkan parameter tertentu.