Pasar modal Indonesia bergerak dinamis di tengah beragam sentimen global dan kebijakan domestik terbaru. Dalam program LIVE Tiger Insights di YouTube Maybank Sekuritas, sejumlah narasumber membahas arah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), strategi menyikapi gelombang right issue, serta perkembangan emiten di sektor tambang dan farmasi yang tengah melakukan ekspansi.
Salah satu isu yang disorot adalah kebijakan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mewajibkan emiten meningkatkan porsi saham publik (free float) minimum 15% secara bertahap hingga 2029. Ketentuan ini mendorong banyak perusahaan melakukan aksi korporasi melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue.
Investment Specialist Maybank Sekuritas, Haikal Putra, menilai investor perlu lebih selektif karena tidak semua right issue memiliki dampak yang sama. Ia menyarankan tiga hal yang perlu diperhatikan: kondisi fundamental neraca perusahaan agar tetap sehat, perbandingan harga pasar dengan Theoretical Ex-Right Price (TERP), serta besaran dilusi yang akan terjadi. Haikal menambahkan, jika sebelumnya right issue banyak dilakukan untuk ekspansi produktif, kini sebagian emiten melakukannya terutama untuk memenuhi regulasi bursa. Karena itu, tujuan penggunaan dana menjadi aspek penting yang perlu dicermati investor.
Dari sisi teknikal, Chartist Maybank Sekuritas Satriawan menyampaikan IHSG masih menunjukkan optimisme meski terdapat tekanan dari pelemahan nilai tukar rupiah. Ia mencatat investor domestik mendominasi perdagangan sehingga membantu indeks bertahan di zona positif. Menurut Satriawan, IHSG berpotensi melanjutkan penguatan setelah menembus resistance 7.324, dengan proyeksi pembentukan pola double bottom dan target kenaikan ke area 7.716 hingga 7.756. Namun ia juga mengingatkan peluang koreksi jangka pendek untuk menutup gap, dengan support terdekat di kisaran 7.600 hingga 7.550.
Dalam pemetaan teknikal saham, Satriawan menyoroti tiga emiten. Pertama, ANTAM yang disebut baru menembus resistance kuat di 3.760 dan berpotensi membentuk pola cup and handle dengan target jangka pendek 4.210, selama harga bertahan di atas support 3.710. Kedua, HRUM yang mengalami peningkatan volume perdagangan dan berpeluang membentuk pola triple bottom apabila mampu melewati resistance 1.085, dengan target jangka menengah 1.225. Ketiga, SMDR yang dinilai menunjukkan tanda rebound setelah berkonsolidasi di sekitar MA200, dengan proyeksi target pola double bottom di 3.92 dan support di 348.
Selain saham-saham tersebut, perhatian juga mengarah ke emiten infrastruktur tambang dan farmasi. Haikal menyebut PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menarik karena adanya kepastian operasional melalui perpanjangan kontrak Life of Mind dengan Arutmin Indonesia. Ia juga menyinggung kepemilikan aset tambang emas dan tembaga di Aceh melalui Gayo Mineral Resources. Meski masih tahap eksplorasi, potensi cadangan mineral ini dinilai dapat memberi nilai tambah jangka panjang.
Untuk PT Pyridam Farma Tbk (PYFA), Haikal menjelaskan rencana right issue yang akan dibahas dalam RUPSLB pada 22 April ditujukan mendukung strategi akuisisi yang agresif. PYFA disebut tengah bertransformasi dengan memperbesar kontribusi produk berlisensi yang memiliki margin lebih tinggi dibanding produk generik. Ekspansi perusahaan juga dikatakan tidak hanya di Indonesia, tetapi merambah Australia serta negara Asia Tenggara seperti Vietnam dan Thailand, yang diperkirakan mulai tercermin pada kinerja keuangan tahun ini.
Dari sisi komoditas, perubahan regulasi Harga Patokan Mineral (HPM) nikel menjadi perhatian. Perhitungan harga nikel yang kini memasukkan mineral ikutan diperkirakan menguntungkan emiten hulu. Haikal menilai emiten upstream seperti ANTAM berpotensi mendapatkan manfaat dari kenaikan harga patokan. Namun ia mengingatkan, perusahaan pengolahan yang tidak memiliki tambang sendiri berisiko menghadapi tekanan margin akibat meningkatnya biaya bahan baku.
Sementara itu, ketegangan di Timur Tengah turut memengaruhi sektor logistik maritim. Satriawan menilai saham SOCI bergerak sideways tetapi memiliki peluang breakout jangka pendek menuju 685. Haikal menambahkan, kenaikan freight rates global akibat blokade jalur perdagangan internasional memberi sentimen positif bagi emiten kapal tanker seperti SOCI, seiring pergeseran aktivitas logistik yang makin intensif ke kawasan Asia Tenggara.
Di tengah berbagai faktor tersebut, investor diimbau tetap mewaspadai volatilitas pasar yang dipicu fluktuasi harga minyak dan dinamika geopolitik global, sekaligus memperhatikan level teknikal yang dipetakan untuk menjaga profil risiko masing-masing.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informasi umum dan bukan merupakan rekomendasi beli atau jual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor. Selalu lakukan riset mandiri dan sesuaikan dengan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi.