Menteri Ketenagakerjaan Yassierli merespons survei Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang menunjukkan mayoritas perusahaan masih menahan perekrutan tenaga kerja baru di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dalam survei tersebut, 67% perusahaan disebut belum berencana melakukan rekrutmen baru.
Yassierli mengatakan situasi ini tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan terkait dengan dinamika global yang berdampak pada dunia usaha. Ia menilai pemerintah perlu menyikapi kondisi tersebut secara bersama-sama lintas kementerian, tidak hanya Kementerian Ketenagakerjaan.
“Artinya kita sadar bahwa kondisi dunia saat ini, tidak hanya Indonesia, memang penuh ketidakpastian. Tentu pemerintah harus menyikapi ini, dengan melihat bersama-sama, tidak hanya Kemnaker, ada Menko Perekonomian, tentunya Menteri Perindustrian,” kata Yassierli di Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Ia menegaskan pemerintah terus memantau perkembangan secara lintas sektoral untuk merespons tekanan terhadap penyerapan tenaga kerja. Menurutnya, koordinasi dengan kementerian terkait diperlukan agar langkah yang diambil sejalan dengan kebutuhan industri dan kondisi ekonomi.
Sebagai salah satu langkah, Kementerian Ketenagakerjaan memperkuat program pelatihan vokasi dan magang nasional. Program ini diarahkan untuk menjaga keterhubungan antara keterampilan tenaga kerja dan kebutuhan industri, termasuk penguatan kemampuan digital.
“Inilah yang kita dorong melalui program pelatihan vokasi nasional. Kita melihat pentingnya digital skill, dan juga program magang yang diharapkan bisa menjadi bagian dari solusi untuk menjembatani kebutuhan industri dengan keterampilan tenaga kerja,” ujarnya.
Selain program peningkatan kompetensi, pemerintah juga menyiapkan strategi jangka menengah melalui penguatan fondasi ekonomi nasional, terutama pada sektor ketahanan pangan dan energi. Yassierli menyebut upaya tersebut dipandang dapat meningkatkan ketahanan ekonomi menghadapi ketidakpastian global.
“Pemerintah dengan ketahanan pangan, ketahanan energi, itu menjadi salah satu strategi dalam menghadapi ketidakpastian global. Ketika ketahanan pangan, ketahanan energi itu terwujud, makanya kita lebih resilient,” tutur Yassierli.
Di sisi lain, Apindo menilai kondisi penahanan rekrutmen perlu menjadi perhatian. Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo Bob Azam mengatakan 67% perusahaan tidak berniat melakukan rekrutmen baru.
“67% perusahaan itu tidak berniat untuk melakukan rekrutmen baru. Nah ini yang menurut kita juga salah satu hal yang perlu diperhatikan,” ujar Bob.
Apindo juga mencatat sekitar 50% perusahaan belum berencana melakukan ekspansi dalam lima tahun ke depan. Temuan ini dinilai mencerminkan prospek investasi yang masih lemah dan berpotensi memengaruhi penyerapan tenaga kerja di sektor formal.