JAKARTA — Kinerja kegiatan dunia usaha pada kuartal I-2026 terkonfirmasi masih berada di zona ekspansi, meski mengalami perlambatan dibandingkan kuartal sebelumnya. Temuan ini tercermin dalam Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang dirilis Bank Indonesia (BI).
Direktur Departemen Komunikasi BI Anton Pitono menyampaikan, nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan usaha pada kuartal I-2026 tercatat sebesar 10,11%. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan SBT kuartal IV-2025 yang mencapai 10,61%.
“Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) mengindikasikan kinerja kegiatan dunia usaha pada triwulan I-2026 terjaga,” ujar Anton dalam keterangan yang dikutip Jumat (17/4/2026).
Meski melandai, mayoritas lapangan usaha masih mencatatkan kinerja positif. Sektor yang menjadi penopang utama antara lain jasa keuangan dengan SBT 1,94%, pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 1,54%, industri pengolahan sebesar 1,46%, serta perdagangan besar dan eceran termasuk reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 1,24%.
Anton menjelaskan, aktivitas dunia usaha pada awal tahun turut didukung peningkatan permintaan masyarakat selama momentum Hari Besar Keagamaan Nasional, seperti Tahun Baru Imlek, Hari Suci Nyepi, serta periode Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.
Selain itu, kegiatan ekonomi juga terdorong oleh dimulainya musim panen, khususnya pada subsektor tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan.
Ke depan, pelaku usaha memperkirakan kegiatan usaha meningkat pada kuartal II-2026. Responden survei memprakirakan SBT kegiatan usaha mencapai 14,80%, lebih tinggi dibandingkan realisasi kuartal I-2026 sebesar 10,11%.
Peningkatan tersebut diperkirakan terutama berasal dari sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan seiring berlanjutnya musim panen komoditas pangan dan tanaman perkebunan. Sektor pertambangan dan penggalian juga diproyeksikan meningkat seiring penurunan curah hujan yang mendorong aktivitas pertambangan.
Sementara itu, sektor konstruksi diperkirakan menguat seiring dimulainya pengerjaan sejumlah proyek pada periode tersebut.