BERITA TERKINI
Survei BI: Kinerja Dunia Usaha Kuartal I 2026 Tetap Positif, Jasa Keuangan dan Pertanian Menonjol

Survei BI: Kinerja Dunia Usaha Kuartal I 2026 Tetap Positif, Jasa Keuangan dan Pertanian Menonjol

Bank Indonesia (BI) melaporkan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) pada kuartal I 2026 yang menunjukkan kinerja dunia usaha tetap terjaga. Mayoritas lapangan usaha tercatat berada di zona positif, dengan kontribusi utama datang dari sektor jasa keuangan, pertanian, kehutanan, dan perikanan, industri pengolahan, serta perdagangan besar dan eceran termasuk reparasi mobil dan motor.

Direktur Departemen Komunikasi BI Anton Pitono menyatakan, perkembangan tersebut sejalan dengan meningkatnya permintaan masyarakat pada berbagai Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) di kuartal I 2026, seperti Tahun Baru Imlek, Hari Suci Nyepi, periode Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah, serta dimulainya musim panen komoditas pertanian.

Kinerja kegiatan usaha yang dinilai tetap terjaga tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan usaha pada kuartal I 2026 sebesar 10,11 persen. Meski demikian, angka ini lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya yang tercatat 10,61 persen.

Secara sektoral, SBT pada lapangan usaha jasa keuangan tercatat sebesar 1,94 persen. Lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan mencapai 1,54 persen, disusul industri pengolahan sebesar 1,46 persen. Sementara perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan motor mencatat SBT 1,24 persen.

Untuk kuartal II 2026, responden survei memperkirakan kegiatan usaha akan meningkat dengan SBT 14,80 persen, lebih tinggi dibandingkan capaian kuartal I 2026. Perkiraan kenaikan ini dipandang terutama bersumber dari pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan SBT 2,38 persen, sejalan dengan berlanjutnya musim panen komoditas pangan dan tanaman perkebunan serta aktivitas perikanan sesuai pola musimnya.

Selain itu, pertambangan dan penggalian diproyeksikan turut menguat dengan SBT 0,74 persen, didukung penurunan curah hujan yang mendorong aktivitas pertambangan. Sektor konstruksi juga diperkirakan meningkat dengan SBT 1,02 persen seiring dimulainya pengerjaan sejumlah proyek.

SKDU juga mencatat kapasitas produksi terpakai pada kuartal I 2026 meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya. Kapasitas produksi terpakai tercatat 73,33 persen pada kuartal I 2026, sedikit lebih tinggi dibandingkan 73,15 persen pada kuartal IV 2025.

Peningkatan kapasitas produksi tersebut ditopang oleh lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan yang mencapai 72,53 persen serta industri pengolahan sebesar 70,31 persen, sejalan dengan peningkatan aktivitas usaha pada kedua sektor tersebut.

Di sisi lain, beberapa lapangan usaha tercatat melambat, antara lain pengadaan listrik dengan kapasitas produksi terpakai 80,49 persen, pertambangan dan penggalian 68,55 persen, serta pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang 74,74 persen, sejalan dengan perkembangan aktivitas usahanya.