BERITA TERKINI
Survei BI: Kinerja Dunia Usaha Masih Positif pada Kuartal I 2026, Namun Melambat

Survei BI: Kinerja Dunia Usaha Masih Positif pada Kuartal I 2026, Namun Melambat

Bank Indonesia (BI) mengindikasikan kinerja kegiatan dunia usaha pada kuartal I 2026 tetap terjaga, meski mengalami perlambatan dibandingkan kuartal sebelumnya. Hal ini tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) sebesar 10,11 persen, lebih rendah dari 10,61 persen pada kuartal IV 2025.

Dalam laporan SKDU yang dirilis Jumat, 17 April 2026, BI mencatat mayoritas lapangan usaha (LU) menunjukkan kinerja positif. Kontributor utama berasal dari LU jasa keuangan dengan SBT 1,94 persen, diikuti LU pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 1,54 persen, LU industri pengolahan 1,46 persen, serta LU perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan motor sebesar 1,24 persen.

BI menyebut perkembangan tersebut sejalan dengan meningkatnya permintaan masyarakat pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) pada kuartal I 2026, seperti Tahun Baru Imlek, Hari Suci Nyepi, Ramadan, dan Idulfitri 1447 H. Selain itu, dimulainya musim panen komoditas pertanian turut mendorong aktivitas ekonomi.

Dari sisi produksi, kapasitas produksi terpakai pada kuartal I 2026 tercatat sebesar 73,33 persen, meningkat dibandingkan 73,15 persen pada kuartal IV 2025. Kenaikan ini terutama ditopang oleh LU pertanian, kehutanan, dan perikanan serta LU industri pengolahan.

BI juga melaporkan kondisi keuangan dunia usaha masih berada dalam kategori baik, baik dari aspek likuiditas maupun rentabilitas, serta ditopang akses kredit yang dinilai lebih mudah.

Likuiditas perusahaan pada kuartal I 2026 tercermin dari Saldo Bersih (SB) Likuiditas sebesar 17,05 persen, meski lebih rendah dibandingkan 18,72 persen pada kuartal IV 2025. Sementara itu, rentabilitas atau kemampuan perusahaan mencetak laba ditunjukkan oleh SB Indikator Rentabilitas sebesar 14,87 persen, turun dari 16,51 persen pada triwulan sebelumnya. BI mencatat persentase responden yang menyatakan kondisi rentabilitas “lebih baik” pada kuartal I 2026 sebesar 24,04 persen, menurun dari 25,90 persen pada kuartal sebelumnya.

Di sisi pembiayaan, responden menilai akses kredit perbankan pada kuartal I 2026 lebih mudah. Hal ini tercermin dari SB akses kredit sebesar 4,84 persen, lebih tinggi dibandingkan 2,93 persen pada kuartal IV 2025. Persentase responden yang menjawab akses kredit “lebih mudah” tercatat 8,77 persen, meningkat dari 6,57 persen pada triwulan sebelumnya.

Untuk periode berikutnya, responden memprakirakan kegiatan usaha pada kuartal II 2026 meningkat dengan SBT sebesar 14,80 persen. Peningkatan tersebut diperkirakan terutama bersumber dari LU pertanian, kehutanan, dan perikanan seiring berlanjutnya musim panen komoditas pangan, LU pertambangan dan penggalian yang didukung penurunan curah hujan sehingga mendorong aktivitas pertambangan, serta LU konstruksi sejalan dengan dimulainya pengerjaan sejumlah proyek.