BERITA TERKINI
Survei BI Malang: Kegiatan Dunia Usaha Tumbuh pada Triwulan I 2026, Investasi Naik namun Kondisi Keuangan Melambat

Survei BI Malang: Kegiatan Dunia Usaha Tumbuh pada Triwulan I 2026, Investasi Naik namun Kondisi Keuangan Melambat

Kinerja dunia usaha di wilayah kerja Bank Indonesia (BI) Malang menunjukkan tren positif pada awal 2026. Hal ini tercermin dalam hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) triwulan I 2026 yang mencatat pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya.

Dalam laporan tersebut, aktivitas usaha pada triwulan I 2026 meningkat dengan nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 22,72%. Angka ini naik dibandingkan triwulan IV 2025 yang berada di level 17,36%.

Penguatan kinerja dunia usaha ditopang oleh sejumlah sektor utama. Tiga sektor yang menjadi motor pertumbuhan adalah perdagangan besar dan eceran, pertanian, serta industri pengolahan.

Sektor perdagangan besar dan eceran mencatat SBT sebesar 13,47%. Sementara itu, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan berada di angka 7,89%, diikuti industri pengolahan sebesar 7,34%.

Peningkatan aktivitas usaha terjadi seiring naiknya permintaan selama periode long festive season, mulai dari Tahun Baru, Imlek, Ramadan hingga Idul Fitri. Selain itu, panen raya padi yang berlangsung di tengah kondisi cuaca yang relatif kondusif turut mendorong aktivitas ekonomi di sektor riil.

Dari sisi investasi, pertumbuhan juga tercatat menguat. Pada triwulan I 2026, investasi tumbuh dengan SBT sebesar 14,32%, meningkat dari triwulan sebelumnya yang sebesar 10,65%.

Kenaikan investasi ini dikaitkan dengan peningkatan kapasitas produksi pelaku usaha untuk memenuhi lonjakan permintaan selama periode hari besar keagamaan dan libur panjang.

Namun, di tengah pertumbuhan aktivitas usaha dan investasi, kondisi keuangan pelaku usaha justru mengalami perlambatan. Hal ini tercermin dari Saldo Bersih (SB) yang tercatat sebesar 10,25%, lebih rendah dibanding triwulan IV 2025 yang mencapai 13,38%.

Perlambatan kondisi keuangan dipengaruhi beberapa faktor, antara lain akses kredit yang belum optimal, likuiditas yang menurun, serta tingkat keuntungan usaha (rentabilitas) yang ikut tertekan.

Memasuki triwulan II 2026, pelaku usaha di wilayah Malang memproyeksikan kinerja akan kembali meningkat. Nilai SBT diperkirakan naik menjadi 30,66%, lebih tinggi dari capaian triwulan I 2026.

Peningkatan tersebut diperkirakan didorong oleh sektor industri pengolahan dengan SBT 7,65% serta sektor konstruksi sebesar 2,26%.