Perkembangan tren konsumsi kopi di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda, dinilai membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi kreatif di Kabupaten Buleleng. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya kedai kopi yang tidak hanya menjadi tempat menikmati minuman, tetapi juga berfungsi sebagai ruang interaksi sosial.
Owner Kopi De Kakiang, Ida Bagus Made Mahadi Kemenuh, mengatakan kopi kini telah bertransformasi menjadi bagian dari gaya hidup. Menurutnya, perubahan itu tampak dari pergeseran kebiasaan minum kopi yang dulu identik dengan kalangan orang tua, kini menjadi aktivitas harian anak muda, termasuk pelajar.
Ia menjelaskan, kedai kopi saat ini berkembang menjadi “ruang ketiga” setelah rumah dan tempat kerja atau sekolah. Ruang tersebut dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, mulai dari berdiskusi, belajar, bekerja, hingga berkumpul bersama komunitas.
Fenomena ini disebut memberi dampak positif terhadap pertumbuhan usaha, terutama UMKM di sektor kuliner dan ekonomi kreatif. Mahadi juga menyoroti semakin beragamnya inovasi produk berbasis kopi, tidak hanya pada minuman, tetapi juga merambah makanan, parfum, hingga produk daur ulang seperti scrub dan pupuk dari ampas kopi.
Menurutnya, nilai tambah kopi dapat dikembangkan melalui berbagai produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi. Selain itu, ia melihat peluang pengembangan wisata berbasis kopi di Buleleng, seperti agrowisata kebun kopi dan edukasi pengolahan kopi dari hulu ke hilir.
Meski demikian, Mahadi mengingatkan pertumbuhan kedai kopi perlu diimbangi strategi yang matang agar tidak sekadar mengikuti tren. Dengan pengelolaan yang baik, tren ngopi diharapkan tidak hanya menjadi gaya hidup, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta memperkuat posisi kopi sebagai salah satu komoditas unggulan Buleleng.