BERITA TERKINI
Wall Street Dibuka Menguat, Investor Mencermati Laporan Keuangan dan Perkembangan Timur Tengah

Wall Street Dibuka Menguat, Investor Mencermati Laporan Keuangan dan Perkembangan Timur Tengah

NEW YORK. Indeks-indeks utama Wall Street dibuka menguat pada awal perdagangan Rabu (15/4/2026). Pelaku pasar menimbang perkembangan terbaru di Timur Tengah serta mencermati laporan keuangan sejumlah perusahaan, sembari menunggu pernyataan dari pejabat Federal Reserve.

Pada bel pembukaan, indeks Dow Jones Industrial Average naik 13,2 poin atau 0,03%. Indeks S&P 500 bertambah 10,8 poin atau 0,15%, sementara Nasdaq Composite naik 49,0 poin atau 0,21%.

Pergerakan positif ini didukung harapan bahwa Washington dan Teheran dapat kembali ke meja perundingan untuk mengakhiri perang. Ketahanan pasar juga dinilai mencerminkan kesiapan investor yang lelah dengan konflik untuk kembali mengambil risiko, bahkan hanya berdasarkan indikasi kecil de-eskalasi.

Art Hogan, kepala strategi pasar di B. Riley Wealth, mengatakan pasar bersikap optimistis secara hati-hati terhadap peluang membaiknya hubungan dengan Iran, seiring laporan pendapatan emiten yang sejauh ini dinilai kuat.

S&P 500 dilaporkan mendekati rekor tertinggi intraday pertama sejak konflik meletus. Sementara itu, S&P 500 dan Nasdaq yang didominasi saham teknologi telah memulihkan seluruh penurunan sejak perang dimulai.

Meski demikian, Hogan menilai pasar membutuhkan katalis baru untuk mempertahankan momentum. Ia menekankan perlunya bukti yang lebih konkret bahwa pihak-pihak terkait mampu mencapai hasil sebelum batas waktu gencatan senjata.

Sejumlah analis juga mengingatkan, reli saham berpotensi membuat pasar lebih rentan terhadap pembalikan tajam apabila perkembangan di Timur Tengah tidak sejalan dengan asumsi optimistis yang sudah diperhitungkan banyak pihak. Analis BofA Global Research menilai saham AS tampak mengabaikan risiko yang masih tercermin di pasar komoditas.

Di sisi lain, Dana Moneter Internasional (IMF) pada Selasa memangkas prospek pertumbuhan global dengan alasan lonjakan harga energi akibat perang. IMF juga memperingatkan konflik berkepanjangan dapat mendorong dunia ke ambang resesi.

Laporan keuangan bank jadi sorotan

Rangkaian laporan keuangan dari perusahaan-perusahaan keuangan besar menjadi perhatian investor yang mencari gambaran bagaimana korporasi menghadapi dampak perang.

Saham Bank of America naik 1% pada perdagangan pra-pasar setelah bank tersebut melaporkan pertumbuhan laba kuartal pertama. Saham Morgan Stanley juga menguat 2,5% setelah melaporkan lonjakan laba kuartal pertama.

Sepanjang pekan ini, sejumlah bank menyatakan konsumen AS masih berada dalam kondisi keuangan yang sehat. Mereka juga menilai prospek penawaran umum perdana (IPO) dan berbagai kesepakatan tetap solid, kecuali jika konflik berlangsung lebih lama.

Di pasar komoditas, harga minyak naik tipis pada Rabu dan masih berada 31% di atas level sebelum perang.

Pelaku pasar juga menantikan pernyataan dari Gubernur Federal Reserve Michael Barr serta Wakil Ketua Fed untuk Pengawasan Michelle Bowman pada hari yang sama.