Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di sektor keuangan telah memberikan dampak positif yang signifikan. Menurutnya, teknologi ini tidak lagi dipandang sebatas alat otomasi, melainkan menjadi motor penggerak utama untuk merespons perubahan pasar dengan cepat.
Nezar menyebut perusahaan kini menempatkan teknologi dan digitalisasi sebagai prioritas utama. Ia menilai penggunaan AI di sektor keuangan menghasilkan capaian yang terukur, sekaligus mendorong peningkatan produktivitas kinerja. Pemanfaatan AI, lanjutnya, juga telah mengubah cara kerja fungsi keuangan di perusahaan.
“Mereka memandang AI bukan sekadar alat otomasi, tetapi sebagai motor untuk merespon perubahan pasar dan dinamika pelanggan secara lebih cepat dan presisi. Teknologi dan digitalisasi kini menjadi prioritas utama para CFO dalam menghadapi tahun ini,” kata Nezar dalam keterangan resmi yang dikutip di Jakarta, Sabtu, 18 April 2026.
Ia menambahkan, berdasarkan laporan Stanford AI Index 2025, adopsi AI di dunia bisnis global meningkat signifikan. Nezar menyebut 78 persen organisasi telah memanfaatkan AI, naik dari sebelumnya 55 persen.
Tingkat pemanfaatan tersebut, menurutnya, juga terlihat dalam studi terhadap 500 perusahaan pada proses piutang. Dalam studi itu, disebutkan adanya peningkatan produktivitas hingga 82 persen serta efisiensi operasional yang dapat mencapai 60 persen.
Meski demikian, Nezar menekankan masih ada tantangan utama dalam mendorong transformasi digital di sektor keuangan. Ia menilai hambatan terbesar bukan terletak pada teknologi, melainkan pada kepemimpinan dan budaya organisasi, termasuk ketika inovasi berhenti pada tahap uji coba tanpa menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
“Hambatan terbesar bukan teknologi, tetapi leadership dan budaya organisasi. Banyak inisiatif AI berhenti di tahap uji coba tanpa memberikan dampak nyata,” ujarnya.