Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Sulawesi Utara, Mario Iroth, memaparkan peran strategis pasar modal dalam mendorong penguatan ekonomi daerah pada kegiatan Refreshment Wartawan dan Kick Off 3rd Festival Jurnalistik 2026 yang digelar Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara, Kamis (26/02).
Acara yang berlangsung di Lantai 3 Ruang Tondano, Kantor BI Sulut, Manado, itu diikuti insan pers dari berbagai media. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman jurnalis terhadap isu pasar modal dan sistem keuangan, sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat lebih akurat dan edukatif.
Dalam pemaparannya, Mario menjelaskan pengertian pasar modal dan alasan perannya dinilai penting bagi perekonomian. Ia menekankan pasar modal tidak hanya menjadi tempat jual beli saham, melainkan juga sumber pendanaan jangka panjang bagi perusahaan serta sarana investasi yang legal dan terawasi bagi masyarakat.
“Pasar modal berfungsi sebagai sumber pembiayaan untuk ekspansi usaha sekaligus membuka peluang kepemilikan saham oleh publik. Ini menjadi salah satu penopang struktur ekonomi yang sehat,” ujarnya.
Mario juga menerangkan mekanisme penghimpunan dana melalui penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO). Melalui skema tersebut, perusahaan dapat menawarkan saham kepada publik sebagai bukti kepemilikan, guna memperkuat modal kerja dan pengembangan bisnis.
Selain saham, ia memperkenalkan instrumen lain seperti obligasi dan produk investasi pasar modal yang telah diatur dalam regulasi resmi. Ia menegaskan pentingnya pemahaman dasar hukum transaksi efek, termasuk kriteria perusahaan yang dapat menjual saham kepada masyarakat.
Pada kesempatan itu, Mario mengingatkan masyarakat yang ingin berinvestasi agar waspada terhadap tawaran investasi ilegal. Ia meminta calon investor memastikan legalitas lembaga dan produk melalui otoritas berwenang sebelum menanamkan dana.
Melalui kegiatan ini, BI Sulut dan BEI berharap kolaborasi dengan media dapat memperkuat literasi keuangan publik. Dengan pemahaman yang benar, partisipasi masyarakat di pasar modal diharapkan tumbuh secara sehat dan berkelanjutan, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara.

