Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk memperkuat peran Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) saat memimpin rapat terbatas di kediaman pribadinya di Hambalang, Jawa Barat, Senin (9/3) malam. Penguatan Perminas disebut sebagai langkah strategis pemerintah dalam menghadapi dinamika ekonomi global.
Dalam siaran resmi Badan Komunikasi Pemerintah yang diunggah di akun media sosial @presidenrepublikindonesia, rapat tersebut membahas berbagai agenda hilirisasi ke depan. Presiden menegaskan penguatan Perminas diperlukan untuk memastikan pengelolaan sumber daya mineral Indonesia lebih terintegrasi dan mampu menghasilkan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Prabowo juga menekankan percepatan hilirisasi harus berjalan seiring dengan pengembangan teknologi dalam negeri, penguatan kapasitas industri, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurut arahan Presiden, langkah itu ditujukan agar Indonesia dapat berkembang menjadi pusat produksi dan inovasi, sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional dan daya saing di tingkat global.
Rapat terbatas tersebut dihadiri sejumlah anggota Kabinet Merah Putih dan pejabat terkait. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia duduk di sisi kiri Presiden. Di seberang kursi Presiden hadir Kepala Badan Industri Mineral Brian Yuliarto, yang juga menjabat Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Pejabat lain yang hadir antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Menteri Agraria/Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid.
Selain itu, rapat juga dihadiri Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Agus Subiyanto, Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita, Kepala Staf Presiden Muhammad Qodari, Direktur Utama PT Pindad Sigit P. Santosa, Kepala Badan Logistik Pertahanan Yusuf Jauhari, serta Komisaris Pertamina Hasan Nasbi.
Selain membahas Perminas dan percepatan hilirisasi, Presiden dan jajarannya turut mengevaluasi program swasembada energi dan pangan. Pemerintah juga membahas kesiapan menjelang Hari Raya Idulfitri pada pertengahan Maret 2026.
Dalam siaran resmi Sekretariat Presiden, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut pertemuan itu difokuskan pada dua agenda utama, yakni mengevaluasi progres program swasembada pangan dan energi, serta memastikan ketersediaan bahan pangan dan pasokan LPG menjelang Idulfitri.

