JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengajak jajaran pemerintah daerah dan masyarakat memperkuat solidaritas sosial serta semangat gotong royong di tengah situasi global yang dinilainya penuh ketidakpastian. Ajakan itu disampaikan saat menghadiri kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Senin (9/3).
Pramono menilai kondisi global yang “tidak baik-baik saja” menuntut Indonesia memiliki daya tahan sosial yang kuat. Menurutnya, kebersamaan dan rasa saling percaya menjadi kunci agar masyarakat mampu menghadapi berbagai tantangan.
“Sekarang ini kondisi global sedang tidak baik-baik saja. Kita semua harus berpikir bagaimana daya tahan kita sebagai bangsa tetap kuat,” ujar Pramono. Ia menambahkan, “Kebersamaan, gotong royong, dan saling mempercayai menjadi kata kunci bagaimana kita sebagai bangsa besar menghadapi situasi ini.”
Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga mengajak jajaran pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, serta masyarakat untuk menjaga kebersamaan. Ia mengingatkan tantangan global berpotensi memengaruhi perekonomian, termasuk kenaikan harga komoditas dan gangguan rantai pasok dunia.
Menurut Pramono, apabila konflik global berlangsung dalam waktu lama, dampaknya dapat dirasakan oleh berbagai sektor ekonomi di dalam negeri. Karena itu, ia menekankan pentingnya solidaritas dan kerja sama antara pemerintah daerah dan masyarakat.
“Kondisi ini harus kita rawat bersama. Jika konflik global berlangsung lama, dampaknya tentu besar terhadap perekonomian,” katanya. “Untuk itu, kita perlu menjaga kebersamaan dan solidaritas,” tambahnya.
Selain buka puasa bersama, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat menggelar program donor darah untuk membantu memenuhi kebutuhan kantong darah selama Ramadan sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial. Program ini menargetkan 6.700 pendonor dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah, TNI, kader PKK dan dasawisma, pengelola RPTRA, komunitas olahraga, hingga komunitas wartawan.
Pada kegiatan yang sama, Pramono meresmikan Ruang Paseban Betawi di Kantor Wali Kota Jakarta Barat. Ruang tersebut diharapkan menjadi tempat bermusyawarah sekaligus ruang menerima tamu dengan penghormatan.
Menurut Pramono, keberadaan Ruang Paseban Betawi menjadi simbol bahwa Jakarta tetap menjaga identitas budaya Betawi di tengah perkembangan kota. Ia berharap ruang itu dapat dimanfaatkan sebagai wadah dialog antara pemerintah dan masyarakat.
“Ruang ini tidak hanya menjadi tempat bermusyawarah, tetapi juga menjadi simbol keterbukaan pemerintah dalam menerima aspirasi masyarakat,” ujarnya. “Sekaligus ruang edukasi budaya bagi masyarakat yang datang ke Kantor Wali Kota Jakarta Barat,” tambah Pramono.

