BERITA TERKINI
Proyeksi Goldman Sachs: Peta 10 Ekonomi Terbesar Dunia pada 2075 Bergeser ke Asia dan Afrika

Proyeksi Goldman Sachs: Peta 10 Ekonomi Terbesar Dunia pada 2075 Bergeser ke Asia dan Afrika

Dunia diperkirakan akan mengalami perubahan besar dalam peta kekuatan ekonomi global pada paruh kedua abad ke-21. Proyeksi jangka panjang Goldman Sachs menunjukkan komposisi sepuluh ekonomi terbesar dunia pada 2075 akan berbeda dari saat ini, dengan peran Asia dan Afrika yang kian dominan serta menyusutnya dominasi ekonomi Barat.

Dalam proyeksi tersebut, pertumbuhan ekonomi global tidak lagi terpusat pada satu kawasan. Dunia bergerak menuju sistem yang lebih multipolar, di mana sejumlah negara besar dari berbagai benua menjadi pusat pertumbuhan baru.

China diproyeksikan tetap menjadi ekonomi terbesar dunia pada 2075 dengan nilai sekitar 57 triliun dolar. India berada di posisi kedua dengan perkiraan sekitar 52,5 triliun dolar, didukung keuntungan demografi berupa populasi besar dan relatif muda. Sementara itu, United States diperkirakan menempati posisi ketiga dengan ekonomi sekitar 51,5 triliun dolar, tetap kuat berkat keunggulan teknologi, inovasi, dan sistem keuangan global.

Di Asia Tenggara, Indonesia diproyeksikan menjadi ekonomi terbesar keempat dunia dengan nilai sekitar 13,7 triliun dolar. Proyeksi ini didorong faktor populasi besar dengan usia produktif yang masih dominan, pertumbuhan kelas menengah yang memperkuat permintaan domestik, serta posisi geografis strategis di jalur perdagangan global antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Penguatan infrastruktur pelabuhan, logistik, dan industri dinilai dapat memperbesar peluang Indonesia menjadi pusat perdagangan dan manufaktur kawasan, di samping peran diversifikasi industri dan ekonomi digital.

Afrika juga diperkirakan mengalami lonjakan peran dalam ekonomi dunia. Nigeria diproyeksikan menjadi ekonomi terbesar kelima dengan nilai sekitar 13,1 triliun dolar, seiring pertumbuhan populasi yang cepat dan potensi pasar konsumen yang luas. Namun, proyeksi tersebut menekankan bahwa potensi itu bergantung pada pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan stabilitas ekonomi. Selain Nigeria, Mesir diperkirakan masuk sepuluh besar dan menempati posisi ketujuh dengan nilai sekitar 10,4 triliun dolar, ditopang posisi strategis sebagai penghubung Afrika, Timur Tengah, dan Eropa melalui jalur perdagangan seperti Terusan Suez.

Dari Asia Selatan, selain India, Pakistan diproyeksikan masuk daftar sepuluh besar dengan nilai ekonomi sekitar 12,3 triliun dolar. Faktor demografi—populasi besar dan relatif muda—disebut sebagai modal pertumbuhan jika diikuti peningkatan pendidikan dan industrialisasi. Urbanisasi juga diperkirakan menjadi pendorong produktivitas ketika aktivitas industri, jasa, dan inovasi terkonsentrasi di kawasan perkotaan.

Di Amerika Latin, Brazil dan Mexico diproyeksikan tetap menjadi kekuatan ekonomi utama. Brazil diperkirakan menempati posisi kedelapan dengan nilai sekitar 8,7 triliun dolar, didukung kekayaan sumber daya alam termasuk pertanian, energi, dan mineral. Mexico diproyeksikan berada di posisi kesepuluh dengan ekonomi sekitar 7,6 triliun dolar, diuntungkan oleh kedekatan geografis dengan Amerika Serikat yang memperkuat perdagangan dan manufaktur, termasuk melalui fenomena “nearshoring” yang mendorong relokasi produksi lebih dekat ke pasar utama.

Sementara itu, Eropa diproyeksikan semakin mengecil porsinya dalam daftar sepuluh besar. Dalam proyeksi ini, hanya Germany yang diperkirakan bertahan, berada di posisi kesembilan dengan nilai sekitar 8,1 triliun dolar. Tantangan seperti penuaan populasi dan pasar domestik yang lebih kecil disebut dapat membuat laju pertumbuhan ekonomi Eropa relatif lebih lambat dibanding negara berpopulasi besar dengan pertumbuhan cepat.

Jika proyeksi tersebut terwujud, perekonomian global pada 2075 akan ditandai oleh kemunculan beberapa pusat kekuatan ekonomi di berbagai kawasan, bukan dominasi tunggal satu negara. Namun, proyeksi jangka panjang tetap mengandung ketidakpastian karena dapat dipengaruhi faktor teknologi, kebijakan pemerintah, perubahan iklim, serta stabilitas geopolitik yang berpotensi mengubah arah pertumbuhan tiap negara.

Berikut daftar proyeksi sepuluh ekonomi terbesar dunia pada 2075 menurut Goldman Sachs: China (sekitar 57 triliun dolar), India (sekitar 52,5 triliun dolar), United States (sekitar 51,5 triliun dolar), Indonesia (sekitar 13,7 triliun dolar), Nigeria (sekitar 13,1 triliun dolar), Pakistan (sekitar 12,3 triliun dolar), Egypt (sekitar 10,4 triliun dolar), Brazil (sekitar 8,7 triliun dolar), Germany (sekitar 8,1 triliun dolar), dan Mexico (sekitar 7,6 triliun dolar).