Komisaris Utama PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk, Arcandra Tahar, menilai infrastruktur menjadi salah satu kunci bagi perusahaan minyak dan gas (migas) untuk mengembangkan bisnis. Menurutnya, sebelum membangun infrastruktur, perusahaan perlu memastikan sumber pasokan migas serta potensi pasar yang akan menyerap energi tersebut.
Arcandra menyampaikan, setelah kepastian pasokan dan pasar terpenuhi, aspek teknologi dan komersial menjadi faktor penentu berikutnya. Dua aspek ini, kata dia, akan menentukan apakah infrastruktur yang dibangun mampu menciptakan efek pengganda bisnis secara maksimal dalam kurun waktu tertentu bagi pelaku ekonomi.
Di PGN, Arcandra mengatakan perusahaan terus melakukan berbagai upaya untuk mengembangkan infrastruktur di berbagai daerah. Namun, dampak pandemi COVID-19 yang besar terhadap sektor ekonomi, termasuk penurunan konsumsi energi, membuat PGN juga dituntut menjalankan efisiensi sebaik mungkin.
Ia menjelaskan, proses efisiensi dimulai sejak tahap awal perencanaan proyek infrastruktur. Tim internal PGN, menurutnya, merumuskan dan menentukan sejumlah aspek strategis dan teknis yang harus dilalui hingga bisnis dapat berjalan optimal.
Pada tahap awal, target bisnis proyek harus ditetapkan secara jelas dan terukur berdasarkan data yang valid. Selain itu, tenggat waktu dan milestone perlu dibuat tegas serta didukung pemahaman yang matang terhadap pasar atau konsumen.
Fase berikutnya adalah mengidentifikasi mitra strategis maupun klien yang sudah ada dan berpotensi menjadi bagian dari target proyek baru. Arcandra menambahkan, jika konsumennya sudah jelas, langkah selanjutnya dapat segera dilakukan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MOU).
Ia menekankan, tahapan berikutnya perlu dijalankan secara disiplin dan ketat untuk memastikan proyek infrastruktur yang dibangun PGN tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat fundamental perusahaan guna mendukung ekspansi selanjutnya.
Dalam pembangunan proyek infrastruktur, Arcandra menyebut penentuan teknologi, strategi kontrak, estimasi belanja modal (capex) dan biaya operasional (opex), serta opsi pembiayaan menjadi bagian krusial. Menurutnya, faktor teknologi dan aspek komersial kini dikedepankan PGN dalam memutuskan proyek infrastruktur migas.
Ia mencontohkan, pendekatan tersebut dinilai efektif pada proyek infrastruktur pipa minyak ke Blok Rokan, yang disebut mampu menghemat biaya sebesar 150 juta dolar AS atau lebih dari Rp 2,1 triliun.
Arcandra juga menyampaikan sejumlah proyek infrastruktur yang akan segera dibangun PGN didorong untuk semakin efisien. Strategi bisnis yang dikembangkan tetap mengedepankan optimalisasi teknologi dan komersial, serta kepastian pasokan dan konsumen sebagai target pasar.
Dengan dukungan sumber daya manusia yang dinilai sudah teruji, Arcandra menyatakan PGN sebagai perusahaan energi nasional dapat mengoptimalkan perannya dalam membangun dan mengembangkan infrastruktur migas, khususnya gas bumi, agar menjangkau lebih banyak konsumen di lebih banyak daerah.

