BERITA TERKINI
BPH Migas dan Ditjen Minerba Buka Layanan Kesehatan untuk Warga Terdampak Bencana di Aceh Tamiang

BPH Migas dan Ditjen Minerba Buka Layanan Kesehatan untuk Warga Terdampak Bencana di Aceh Tamiang

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan layanan kesehatan bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari Tim ESDM Siaga Bencana. Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan umum dan gigi dasar, pemberian obat-obatan, edukasi kesehatan, hingga trauma healing untuk anak-anak yang tinggal di hunian sementara (huntara) maupun di lokasi pengungsian.

Wahyudi, didampingi Anggota Komite BPH Migas Baskara Agung Wibawa, meninjau langsung pelaksanaan layanan di Huntara Simpang Empat Opak, Aceh Tamiang, pada Sabtu (14/2/2026). Di lokasi, ia turut memanggil warga yang terdaftar untuk menjalani pemeriksaan serta menanyakan keluhan kesehatan yang dialami.

“BPH Migas menjalankan amanah negara, hadir untuk memberikan bantuan. Artinya, pemerintah pusat hadir di tengah-tengah masyarakat terdampak bencana,” ujar Wahyudi.

Huntara Simpang Empat Opak terdiri atas 10 blok dan menjadi tempat tinggal sekitar 600 kepala keluarga terdampak bencana. Sejumlah warga memanfaatkan layanan kesehatan yang disediakan. Mustika (34), warga Desa Bundar, Karang Baru, mengaku mengetahui informasi pelayanan kesehatan gratis melalui aplikasi percakapan. Ia menyebut posko kesehatan membantu warga, terutama bagi yang mengalami keluhan seperti alergi gatal-gatal yang diduga dipicu air dan debu.

Sementara itu, Mauliani (63), warga Kampung Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, menempuh perjalanan sekitar 12 kilometer untuk berobat. Ia berharap layanan serupa dapat terus dilakukan karena dinilai membantu masyarakat.

Layanan kesehatan gratis ini berlangsung pada 14–16 Februari 2026 dengan target penerima sekitar 5.000 orang. Kegiatan melibatkan 35 tenaga kesehatan, termasuk dokter, apoteker, dan asisten dokter dari BPH Migas, Ditjen Minerba, Dinas Kesehatan Aceh Tamiang, serta 10 relawan.

Menurut Wahyudi, target layanan pada Sabtu mencapai 3.000 orang. Kegiatan dilanjutkan pada Minggu di Kecamatan Manyak Payed dengan target sekitar 1.000 orang, dan pada Senin (16/2/2026) di Kampung Tanjung Mancang, Kecamatan Kejuruan Muda, dengan target sekitar 1.000 orang.

Selain layanan kesehatan, panitia juga menyalurkan bantuan berupa 3.000 paket beras kemasan 3 kilogram, 2.000 biskuit dan sereal bagi warga yang mendapatkan layanan. Sebanyak 200 kasur angin disediakan untuk warga di pengungsian di wilayah Manyak Payed dan Tanjung Mancang. Untuk anak-anak, turut diselenggarakan kegiatan mewarnai, edukasi kesehatan, permainan, serta penyediaan buku bacaan.

Wahyudi menyatakan kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, kepolisian, dan bintara pembina desa (babinsa) membantu pelaksanaan kegiatan berjalan lancar. Ia juga menyampaikan terima kasih atas kerja sama tersebut dan berharap BPH Migas dapat kembali hadir untuk mendukung ketenangan dan kesehatan warga menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Ia menambahkan, sebelumnya BPH Migas telah memberikan bantuan bagi korban terdampak bencana di Kampung Tanjung Genteng, Aceh Tamiang, pada 18 Desember 2025. Bantuan juga disalurkan di Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Bener Meriah pada pertengahan Januari 2026.

Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tamiang Mustakim, menyampaikan apresiasi atas layanan kesehatan hasil kolaborasi BPH Migas dan Ditjen Minerba. “Ini artinya pemerintah hadir bersama kita, pemerintah hadir di pengungsian (Aceh) Tamiang,” kata Ismail.