BERITA TERKINI
BPKP DIY Ditunjuk Jadi Proyek Percontohan Smart Workshop untuk Penguatan Tata Kelola Data Pengawasan

BPKP DIY Ditunjuk Jadi Proyek Percontohan Smart Workshop untuk Penguatan Tata Kelola Data Pengawasan

YOGYAKARTA (5/3/2026) — Perwakilan BPKP Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ditunjuk sebagai pilot project implementasi Smart Workshop, dashboard strategis yang dikembangkan Pusat Informasi Pengawasan (Pusinfowas) BPKP. Inovasi ini merupakan inisiatif pimpinan BPKP dalam rangka transformasi digital pengelolaan data dan informasi pengawasan.

Penunjukan BPKP DIY sebagai lokasi uji coba ditujukan untuk menguji efektivitas sistem visualisasi data pengawasan sebelum diterapkan lebih luas di seluruh kantor Perwakilan BPKP di Indonesia. Melalui pemanfaatan dashboard terintegrasi, pimpinan diharapkan dapat memantau pelaksanaan kegiatan pengawasan secara lebih cepat, akurat, dan berbasis data.

Smart Workshop dilengkapi fitur visualisasi operasional secara real-time yang memungkinkan pemantauan aktivitas pengawasan harian melalui tampilan dashboard pada tiga layar monitor. Sistem menampilkan lokasi tim pengawasan yang sedang bertugas di lapangan, seperti di Kabupaten Bantul atau Sleman, dengan penandaan berbasis warna sesuai bidang penugasan. Mekanisme ini ditujukan untuk membantu pemantauan distribusi beban kerja auditor secara visual.

Dashboard tersebut juga mendukung pengawalan Agenda Prioritas Pengawasan (APP) melalui integrasi data dari aplikasi SIMA. Sejumlah program prioritas nasional yang menjadi fokus pengawasan, seperti sektor pangan, pendidikan, serta program makan bergizi gratis, dapat dipantau progres pelaksanaannya secara lebih sistematis. Dengan pemantauan ini, perencanaan pengawasan yang telah disusun diharapkan dapat dipastikan implementasinya di lapangan.

Selain aspek operasional, Smart Workshop turut memperkuat peran fungsi kehumasan dalam pengelolaan informasi eksternal. Humas BPKP DIY berperan mengidentifikasi dan menganalisis isu-isu aktual di wilayah DIY yang relevan dengan kegiatan pengawasan. Hasil analisis tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan pimpinan dalam menentukan fokus atau penyesuaian lokus pengawasan terhadap isu-isu strategis yang memerlukan perhatian lebih lanjut.

Smart Workshop juga memuat informasi terkait fungsi pendukung organisasi (enabler), termasuk pengelolaan sumber daya manusia, keuangan, dan Barang Milik Negara (BMN). Salah satu aspek yang dipantau ialah capaian target penyediaan sarana kerja auditor melalui program satu auditor satu laptop yang terintegrasi dengan aplikasi SMILE.

Keberhasilan implementasi Smart Workshop di BPKP DIY diharapkan menjadi referensi bagi Pusinfowas dalam pengembangan dashboard pengawasan yang lebih komprehensif. Ke depan, sistem ini direncanakan tidak hanya menjadi alat pemantauan operasional di tingkat Perwakilan, tetapi juga instrumen pendukung pengambilan keputusan strategis di tingkat pimpinan BPKP.