Ripple mengumumkan bahwa platform Ripple Treasury kini mendukung penggunaan XRP secara langsung dalam sistem keuangan perusahaan. Dengan dukungan ini, XRP tidak lagi semata diposisikan sebagai aset untuk aktivitas perdagangan, tetapi mulai terintegrasi ke proses pengelolaan keuangan korporasi.
Melalui integrasi tersebut, perusahaan dapat menyimpan, mengelola, dan melakukan transaksi XRP dalam sistem treasury mereka layaknya pengelolaan kas. Ripple menyatakan aktivitas seperti pencatatan transaksi hingga valuasi aset dapat dilakukan secara real-time dalam satu sistem, tanpa perlu menggunakan wallet terpisah atau perangkat tambahan.
Ripple juga memperkenalkan Unified Treasury, yang dirancang untuk memberikan tampilan posisi keuangan secara menyeluruh. Dalam satu dashboard, perusahaan dapat memantau saldo fiat dan XRP secara bersamaan. Selain itu, keberadaan stablecoin RLUSD disebut memberi opsi tambahan bagi perusahaan untuk mengelola likuiditas dalam bentuk dolar digital.
Dari sisi penggunaan, Ripple menekankan kemampuan XRP dalam transfer nilai yang hampir instan. Dalam sistem keuangan tradisional, transaksi lintas negara dapat memakan waktu beberapa hari, sementara pemanfaatan XRP diklaim dapat mempercepat proses tanpa bergantung pada jam operasional bank.
Integrasi XRP ke dalam sistem treasury juga dipandang sebagai bagian dari dorongan efisiensi di industri keuangan, ketika perusahaan mencari solusi yang lebih cepat, fleksibel, dan efisien dibanding mekanisme lama. Dengan settlement real-time, penggunaan XRP disebut dapat membantu mengurangi risiko keterlambatan serta fluktuasi nilai tukar.
Ripple menyatakan ke depan XRP akan semakin terintegrasi dengan produk keuangan lain, termasuk aset yang ditokenisasi. Jika adopsi semacam ini berlanjut, peran aset kripto dalam operasional bisnis dan infrastruktur keuangan modern berpotensi semakin meluas.