BERITA TERKINI
Dupoin Futures: Emas Berpeluang Uji Resistance USD5.100 Pekan Depan

Dupoin Futures: Emas Berpeluang Uji Resistance USD5.100 Pekan Depan

Jakarta – Harga emas dunia diperkirakan masih berpeluang melanjutkan tren penguatan pada pekan terakhir Februari, meski pergerakannya saat ini memasuki fase konsolidasi setelah reli signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan analisis Dupoin Futures, emas dinilai tetap mempertahankan bias bullish pada jangka menengah dengan dukungan faktor teknikal dan fundamental yang masih kondusif. Analis Dupoin Futures Andy Nugraha menyebutkan, secara teknikal tren emas pada timeframe H4 masih menunjukkan kecenderungan bullish. Namun, pasar berada dalam fase konsolidasi yang mencerminkan keseimbangan sementara antara tekanan beli dan jual setelah kenaikan tajam.

“Dalam fase ini, pelaku pasar cenderung menunggu katalis baru, terutama dari data ekonomi utama Amerika Serikat, untuk menentukan arah pergerakan selanjutnya,” kata Andy dalam analisis harian pada Jumat, 20 Februari 2026.

Menurut Andy, apabila tekanan bullish tetap dominan dan harga mampu mempertahankan momentum penguatan, pasangan XAU/USD berpotensi melanjutkan kenaikan untuk menguji area resistance di sekitar USD5.100 pada pekan depan. Ia menilai level tersebut menjadi target teknikal yang realistis apabila sentimen positif berlanjut, terutama bila dolar AS melemah dan permintaan aset safe haven tetap tinggi.

Dari sisi fundamental, emas disebut masih mendapat dukungan sebagai aset lindung nilai di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Ketegangan geopolitik yang belum sepenuhnya mereda serta kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global dinilai membuat investor tetap mempertahankan eksposur pada emas sebagai instrumen perlindungan nilai.

Selain itu, ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mengadopsi kebijakan moneter yang lebih longgar turut menopang harga emas. Harapan penurunan suku bunga bank sentral AS dinilai memberi tekanan terhadap dolar AS, yang secara historis berkorelasi negatif dengan emas. Pelemahan dolar membuat emas lebih menarik bagi investor global karena relatif lebih murah dalam denominasi mata uang lain.

“Kondisi ini mendorong permintaan tambahan dan memperkuat tren bullish yang telah terbentuk,” ujar Andy.

Andy juga menyoroti permintaan dari bank sentral global dan investor institusi yang masih menunjukkan tren positif. Akumulasi emas oleh bank sentral dinilai menjadi indikasi bahwa logam mulia tetap dipandang sebagai aset strategis untuk menjaga stabilitas cadangan devisa. Faktor ini disebut membantu menjaga struktur bullish jangka menengah, meski koreksi teknikal sesekali masih mungkin terjadi.

Meski prospek cenderung positif, Andy mengingatkan adanya skenario alternatif. Jika terjadi pembalikan arah dan harga menembus level kunci USD4.630, emas berpotensi mengalami tekanan lanjutan dengan target penurunan menuju area USD4.415. “Penembusan level support tersebut dapat memicu aksi jual tambahan, terutama dari trader jangka pendek yang memanfaatkan momentum teknikal,” katanya.

Dalam jangka pendek, volatilitas juga diperkirakan dipengaruhi rilis data ekonomi AS, seperti inflasi (CPI) dan laporan ketenagakerjaan Non Farm Payrolls (NFP). Data yang lebih kuat dari perkiraan berpotensi menguatkan dolar AS dan menekan emas, sementara data yang lebih lemah dapat memperkuat ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter dan mendukung kenaikan harga emas.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai prospek emas pekan depan masih cenderung positif dengan peluang menguji level USD5.100 selama harga bertahan di atas level support kunci. Namun, fase konsolidasi yang berlangsung menunjukkan pasar masih sensitif terhadap perubahan sentimen, sehingga pelaku pasar disarankan mencermati perkembangan data ekonomi dan dinamika global yang dapat memengaruhi arah pergerakan emas.