Manchester City memasuki babak baru setelah menunjuk Enzo Maresca sebagai manajer untuk menggantikan Pep Guardiola. Penunjukan ini langsung memantik perdebatan, terutama karena rekam jejak Maresca saat menangani Chelsea dinilai tidak selalu meyakinkan.
Di sisi lain, manajemen City menilai keputusan tersebut memiliki landasan kuat. Maresca pernah bekerja di bawah Guardiola sebagai asisten pelatih, sehingga dianggap memahami metodologi latihan, struktur kerja, serta filosofi permainan posisi yang selama satu dekade terakhir menjadi identitas City.
Sejumlah faktor disebut menjadi alasan utama di balik penunjukan Maresca. Ia dinilai memiliki kesamaan visi taktik melalui skema 4-3-3 atau 3-2-4-1 yang mirip dengan pakem Guardiola. Selain itu, Maresca dinilai sudah mengenal struktur klub serta sebagian besar staf, baik di akademi maupun tim utama. Meski mendapat kritik saat di Chelsea, ia juga dipandang tetap konsisten pada prinsip permainan ofensif dan penguasaan bola tinggi.
Meski demikian, bayang-bayang performa Chelsea di bawah Maresca menjadi sumber kekhawatiran. Ia kerap dikritik karena dianggap terlalu kaku secara taktik dan kurang beradaptasi dengan profil pemain yang tersedia. Pendukungnya menilai situasi di Stamford Bridge berbeda dengan yang akan ia hadapi di Etihad, mengingat City memiliki skuad yang lebih matang secara taktik dan didukung manajemen yang lebih terorganisir.
Tantangan terbesar Maresca akan langsung hadir pada musim perdananya. Menggantikan Guardiola dinilai sebagai salah satu tugas terberat di sepak bola saat ini, karena tuntutan di City bukan hanya meraih kemenangan, tetapi juga mempertahankan standar estetika permainan yang telah dibangun sebelumnya. Maresca juga dituntut mampu mengelola ego pemain bintang serta melakukan rotasi seefektif pendahulunya.
Maresca dijadwalkan mulai memimpin latihan pramusim untuk persiapan musim 2026/2027. Sebelum menangani Chelsea, ia disebut sempat membawa Leicester City menjuarai Championship dan kembali ke Premier League dengan gaya bermain dominan. Secara prinsip, gaya mainnya dinilai mirip dengan Guardiola, meski Maresca disebut cenderung lebih menekankan transisi cepat di area sayap dibanding kontrol total di lini tengah.
Dengan beban pembuktian yang besar, keberhasilan Maresca di Manchester City akan sangat bergantung pada seberapa cepat ia mampu menerapkan idenya pada skuad yang sudah terbiasa dengan standar tinggi era Guardiola. Jika mampu mengambil pelajaran dari pengalamannya di Chelsea, City berpeluang menjaga kesinambungan dinasti mereka di Etihad.

