BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan menyambut peluncuran Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS) yang digagas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Pondok Pesantren Al Muttaqien, Kamis (5/3/2026). Program ini diharapkan memperluas akses layanan keuangan syariah di lingkungan pesantren sekaligus mendorong kemandirian ekonomi umat.
Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kota Balikpapan, Adwar Skenda Putra, yang hadir mewakili Wali Kota, menyampaikan bahwa peluncuran EPIKS merupakan bagian dari upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan berbasis syariah di daerah.
Menurut Adwar, pesantren memiliki potensi besar sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat. Melalui EPIKS, ekosistem yang dibangun tidak hanya menghadirkan edukasi keuangan, tetapi juga membuka akses pembiayaan, pengembangan usaha santri, hingga kolaborasi dengan lembaga jasa keuangan syariah.
EPIKS merupakan inisiatif OJK untuk mendorong terbentuknya ekosistem keuangan syariah yang terintegrasi di lingkungan pesantren. Melalui pendekatan ini, santri diharapkan tidak hanya memperoleh pendidikan agama, tetapi juga pemahaman pengelolaan keuangan, kewirausahaan, serta pemanfaatan produk dan layanan keuangan syariah secara bijak.
Adwar menambahkan, Pemerintah Kota Balikpapan berkomitmen mendukung penguatan peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM, termasuk yang berbasis pesantren. Ia berharap EPIKS di Pondok Pesantren Al Muttaqien dapat menjadi percontohan bagi pesantren lain di Balikpapan.
Ia juga menyampaikan harapan agar ke depan pesantren mampu mengembangkan usaha produktif, koperasi syariah, hingga model holding business pesantren yang memperkuat kolaborasi ekonomi antar-pesantren. Adwar menilai, penguatan kapasitas santri menjadi kunci keberhasilan program, termasuk melalui literasi keuangan agar generasi muda mampu mengelola usaha secara profesional dan berkelanjutan.
Peluncuran EPIKS turut didukung Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, pimpinan OJK Kalimantan Timur, serta sejumlah lembaga jasa keuangan syariah yang disebut siap bersinergi dalam pengembangan ekosistem tersebut.
Sejalan dengan visi menjadikan Balikpapan sebagai kota global yang nyaman bagi semua dalam bingkai Madinatul Iman, Pemerintah Kota berharap kolaborasi antara regulator, pemerintah daerah, pesantren, dan industri keuangan syariah dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Semoga langkah ini membawa keberkahan dan memperkuat ekonomi umat di Balikpapan,” kata Adwar.

