BERITA TERKINI
Eskalasi Konflik di Timur Tengah Dinilai Berisiko Tekan Fiskal Global, Pemerintah Indonesia Siaga Hadapi Dampak Ekonomi

Eskalasi Konflik di Timur Tengah Dinilai Berisiko Tekan Fiskal Global, Pemerintah Indonesia Siaga Hadapi Dampak Ekonomi

Ketegangan geopolitik yang meningkat di kawasan Timur Tengah disebut berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi dunia dan menekan kondisi fiskal sejumlah negara. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran dipandang sebagai salah satu pemicu yang dapat menimbulkan guncangan signifikan terhadap perekonomian global.

Perkembangan situasi tersebut menjadi perhatian para pembuat kebijakan fiskal di berbagai negara. Risiko eskalasi militer dikhawatirkan dapat meningkatkan tekanan pada neraca keuangan pemerintah secara global, seiring ketidakpastian yang dapat memengaruhi aktivitas ekonomi lintas sektor.

Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan kekhawatiran atas potensi dampak negatif dari dinamika geopolitik itu. Ia menyoroti kerentanan ekonomi global terhadap kondisi politik regional yang tidak stabil serta kemungkinan munculnya beban fiskal yang lebih berat.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers terkait perkembangan terkini Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia. Konferensi pers berlangsung di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Rabu, 11 Maret 2026, dan dimanfaatkan untuk memaparkan tantangan eksternal yang tengah dihadapi perekonomian nasional.

Dalam keterangannya, Purbaya menegaskan eskalasi konflik di Timur Tengah berpotensi menimbulkan tekanan besar dan menjadi fokus dalam evaluasi ketahanan fiskal Indonesia ke depan. Ia juga menekankan bahwa situasi ini dikhawatirkan memberi beban signifikan pada kesehatan fiskal berbagai negara di dunia, sehingga perlu diantisipasi sebagai peringatan dini bagi stabilitas makroekonomi.