BERITA TERKINI
Fitch: Ketidakpastian Tarif AS dan Perlambatan China Masih Membayangi Risiko Kredit Global

Fitch: Ketidakpastian Tarif AS dan Perlambatan China Masih Membayangi Risiko Kredit Global

Fitch Ratings menilai prospek risiko kredit global relatif tidak berubah dibandingkan kuartal sebelumnya, meski ketidakpastian masih menyelimuti perekonomian dunia. Dalam laporan terbarunya, Fitch menyebut sejumlah faktor tetap menjadi sumber risiko, mulai dari kebijakan tarif dan perdagangan Amerika Serikat (AS), keberlanjutan kondisi pendanaan pasar yang saat ini dinilai relatif stabil, ketegangan geopolitik, hingga volatilitas kebijakan fiskal dan ekonomi di berbagai negara.

Fitch juga menyoroti munculnya ketidakpastian baru bagi pasar keuangan global, termasuk perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang bersifat transformasional serta meningkatnya pembiayaan melalui jalur pendanaan privat. Koreksi valuasi AI dan risiko di pasar utang pemerintah dinilai berpotensi memicu volatilitas yang lebih luas di pasar modal.

Dari sisi makroekonomi, Fitch mengidentifikasi risiko baru berupa kemungkinan perekonomian AS mengalami overheating, serta tren kontraksi investasi modal tetap di China yang semakin dalam. Menurut Fitch, kondisi tersebut dapat menekan proyeksi pertumbuhan ekonomi China, terutama seiring melemahnya permintaan domestik.

Kontraksi investasi modal tetap yang berlanjut di China disebut mempertegas meningkatnya risiko makroekonomi, baik di tingkat regional maupun global. Fitch menilai pelemahan permintaan domestik China turut menjadi faktor yang perlu dicermati dalam peta risiko kredit global.

Dalam skenario dasar, Fitch memandang kondisi ekonomi global dan kualitas kredit masih relatif stabil. Ketahanan peringkat kredit pada portofolio global yang tercatat pada 2025 diperkirakan berlanjut hingga 2026. Namun, Fitch memperkirakan pertumbuhan ekonomi global akan sedikit melambat pada 2026, dengan proyeksi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) riil dunia turun menjadi 2,4% dari 2,7% pada 2025.

China menjadi pengecualian dengan perlambatan yang lebih tajam. Fitch memproyeksikan pertumbuhan ekonomi China turun menjadi 4,1% dari sebelumnya 5%, seiring melemahnya konsumsi rumah tangga dan investasi modal. Fitch mencatat China menghadapi penurunan investasi yang belum pernah terjadi dalam sejarah modernnya, di tengah kontraksi pasar perumahan yang berlangsung selama beberapa tahun, lemahnya konsumsi rumah tangga, serta tekanan deflasi yang meluas.

Fitch menyebut kontraksi investasi tetap yang terjadi secara tiba-tiba sejak kuartal III/2025 diduga berkaitan dengan kebijakan pemerintah untuk membatasi persaingan harga yang terlalu agresif di sejumlah sektor industri. Meski demikian, Fitch memperkirakan kontraksi tersebut bersifat sementara dan investasi tetap berpotensi kembali tumbuh positif pada 2026.

Kendati begitu, Fitch menilai ketidakpastian terkait kebijakan tersebut, serta respons mitra dagang China terhadap ketahanan ekspor negara itu di tengah tarif AS, masih menjadi risiko yang perlu diperhatikan. Jika kontraksi berlangsung lebih lama, dampaknya diperkirakan tidak hanya dirasakan di dalam negeri China, tetapi juga pada tingkat regional dan global, terutama melalui penurunan permintaan komoditas.

Di sisi sektoral, Fitch mencatat jumlah sektor dengan prospek memburuk jauh lebih banyak dibandingkan sektor yang prospeknya membaik. Dari sekitar 25% sektor yang tidak memiliki outlook netral, mayoritas berada dalam kategori memburuk, dengan rasio sekitar lima banding satu dibanding sektor yang membaik.

Ketimpangan tersebut menunjukkan lingkungan operasional global masih kurang mendukung bagi banyak sektor industri. Fitch menilai kondisi ini menandakan risiko penurunan tetap mendominasi dan dapat menekan fundamental kredit perusahaan yang sudah menghadapi pelemahan kondisi bisnis.

Untuk prospek 2026, Fitch mengidentifikasi empat tema lintas sektor yang berpotensi memperburuk kinerja industri, yakni perlambatan permintaan domestik China, tekanan terhadap konsumen di AS, volatilitas tarif AS, serta tantangan makroekonomi di Kanada.