BERITA TERKINI
Gejolak Ekonomi Global Dinilai Berisiko Tekan Ekspor dan Stabilitas, Program MBG Hadapi Tantangan Keberlanjutan

Gejolak Ekonomi Global Dinilai Berisiko Tekan Ekspor dan Stabilitas, Program MBG Hadapi Tantangan Keberlanjutan

JAKARTA — Gejolak ekonomi global kembali menjadi perhatian dalam upaya menjaga stabilitas perekonomian nasional. Ketegangan politik di berbagai kawasan dunia yang berdampak pada kenaikan harga energi serta perlambatan ekonomi global dinilai berpotensi memengaruhi kinerja ekonomi Indonesia.

Dalam situasi tersebut, sejumlah program pembangunan nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), ikut menghadapi tantangan keberlanjutan. Guru Besar Ilmu Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Prof Imamudin Yuliadi menilai dinamika global dapat berdampak langsung pada kinerja ekonomi makro Indonesia.

“Salah satu dampaknya adalah melemahnya permintaan ekspor komoditas Indonesia akibat kontraksi ekonomi di negara-negara mitra dagang. Ketika ekonomi global melambat, kebutuhan terhadap komoditas dari negara berkembang seperti Indonesia ikut menurun,” ujar Prof Imamudin di Yogyakarta, Kamis (12/3/2026).

Menurutnya, jika kondisi pelemahan permintaan terjadi secara luas, surplus neraca perdagangan Indonesia berpotensi semakin tergerus. Padahal, dalam beberapa tahun terakhir surplus perdagangan menjadi salah satu penyangga penting bagi stabilitas ekonomi nasional.

Penurunan surplus tersebut dinilai dapat memengaruhi ketahanan ekonomi Indonesia, terutama dalam menjaga stabilitas nilai tukar dan keseimbangan fiskal. Selain itu, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di pasar global juga disebut membawa konsekuensi bagi perekonomian domestik.