Harga emas batangan bersertifikat produksi Logam Mulia PT Aneka Tambang (Antam) pada Kamis, 22 Januari 2026, tercatat turun Rp 15.000 per gram. Harga jual emas Antam turun dari Rp 2.805.000 per gram menjadi Rp 2.790.000 per gram.
Penurunan juga terjadi pada harga beli kembali (buyback) di gerai Logam Mulia. Buyback turun Rp 15.000 per gram, dari Rp 2.650.000 per gram menjadi Rp 2.635.000 per gram. Dengan perubahan tersebut, selisih antara harga jual dan harga buyback hari ini mencapai Rp 155.000 per gram.
Selama ini Antam menetapkan dua jenis harga untuk emas batangan produksinya, yakni harga jual emas dan harga beli kembali (buyback). Harga jual adalah patokan ketika konsumen membeli emas di gerai Logam Mulia, sedangkan harga buyback berlaku saat konsumen menjual kembali emas ke gerai yang sama.
Artinya, jika membeli emas Antam pada pagi hari dengan harga Rp 2.790.000 per gram, lalu harus menjualnya kembali pada hari yang sama, nilai yang diterima mengacu pada harga buyback Rp 2.635.000 per gram.
Perbedaan dua harga tersebut penting dicermati, terutama bagi investor yang menghitung potensi untung dan rugi. Dengan selisih harga jual dan buyback yang relatif lebar, emas umumnya lebih sesuai untuk investasi jangka panjang, ketika kenaikan harga diharapkan dapat menutup selisih tersebut sekaligus memberikan keuntungan.
Berikut ilustrasi potensi untung/rugi berdasarkan waktu pembelian tertentu:
Membeli pada 15 Januari 2026 (Rp 2.675.000 per gram): -1,50% (rugi)
Membeli pada 22 Desember 2025 (Rp 2.502.000 per gram): 5,32% (untung)
Membeli pada 22 Oktober 2025 (Rp 2.337.000 per gram): 12,75% (untung)
Membeli pada 22 Juli 2025 (Rp 1.946.000 per gram): 35,41% (untung)
Membeli pada 22 April 2025 (Rp 2.039.000 per gram): 29,23% (untung)
Membeli pada 22 Januari 2025 (Rp 1.606.000 per gram): 64,07% (untung)
Membeli pada 22 Oktober 2024 (Rp 1.510.000 per gram): 74,50% (untung)
Membeli pada 22 Juli 2024 (Rp 1.404.000 per gram): 87,68% (untung)
Membeli pada 22 April 2024 (Rp 1.343.000 per gram): 96,20% (untung)

