Bursa saham Asia diperkirakan akan dibuka lebih rendah pada Jumat (20/2/2026) setelah pasar saham Amerika Serikat melemah di tengah meningkatnya kekhawatiran geopolitik yang membebani sentimen investor. Pada saat yang sama, harga minyak naik ke level tertinggi sejak Agustus.
Kontrak berjangka indeks saham Jepang dan Australia tercatat merosot. Pergerakan ini mengindikasikan tekanan terhadap sentimen setelah indikator saham regional sempat menguat selama dua hari berturut-turut.
Di Asia, pasar Hong Kong kembali dibuka usai libur Tahun Baru Imlek, sementara pasar China daratan masih tutup.
Di Wall Street, indeks S&P 500 turun 0,3% dan Nasdaq 100 melemah 0,4% pada Kamis. Pada perdagangan yang sama, manajer aset alternatif mengalami penurunan tajam setelah sebuah dana kredit swasta menghentikan penarikan dana.
Di pasar aset lainnya, emas berfluktuasi di sekitar US$5.000, sedangkan Bitcoin cenderung stabil dalam rentang perdagangan yang sempit.
Harga minyak mentah menguat setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat harus “mencapai kesepakatan yang berarti” dengan Iran. Ia menambahkan, 10 hari ke depan akan menentukan apakah kesepakatan tersebut dapat tercapai.

