Kementerian Keuangan menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih kuat dan stabil meski sentimen global meningkat dan penilaian lembaga pemeringkat sempat menjadi sorotan. Pernyataan itu disampaikan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, dalam acara buka puasa bersama antara Kementerian Keuangan dan media di Jakarta, Jumat, 6 Maret 2026.
Purbaya menyebut sejumlah indikator utama ekonomi berada dalam kondisi aman, termasuk rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB), pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas fiskal. Ia mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun lalu sekitar 5,11 persen dan termasuk yang tertinggi di kelompok G20.
Ia juga menilai kinerja ekonomi Indonesia relatif lebih baik dibanding beberapa negara di kawasan. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Thailand, Malaysia, dan Vietnam berada di kisaran empat persen, sementara Indonesia tumbuh di atas lima persen.
Terkait perhatian pasar dan lembaga pemeringkat, Purbaya menyebut hal tersebut wajar karena Indonesia sedang berada dalam fase pemerintahan baru serta adanya perubahan sejumlah pejabat penting di sektor ekonomi. Namun, ia menekankan pemerintah memiliki rekam jejak dalam menjaga stabilitas ekonomi, terutama sejak menghadapi krisis pandemi pada 2020.
Menurut Purbaya, pengelolaan ekonomi sejak 2020 menunjukkan kemampuan pemerintah memulihkan ekonomi tanpa melampaui batas kesehatan fiskal, sehingga pertumbuhan kembali lebih tinggi dibanding banyak negara.
Ia menambahkan, penerimaan pajak pada awal tahun ini menunjukkan tren positif. Berdasarkan indikasi awal, penerimaan pajak pada Januari 2026 tercatat tumbuh sekitar 30 persen, sementara pada Februari meningkat hingga sekitar 50 persen. Purbaya menilai tren tersebut mencerminkan aktivitas ekonomi yang membaik dan menjadi sinyal positif bagi kinerja fiskal ke depan.
Ke depan, pemerintah disebut akan memastikan faktor penopang pertumbuhan terus berjalan, antara lain melalui penguatan belanja pemerintah, menjaga likuiditas sektor keuangan bersama bank sentral, serta memperbaiki iklim investasi dan kemudahan berusaha. Pemerintah juga akan memfokuskan proyek-proyek strategis yang berdampak besar terhadap perekonomian, termasuk mendorong peningkatan ekspor dan memperkuat sektor industri domestik.
Menanggapi penilaian lembaga pemeringkat global, Purbaya menegaskan kondisi fundamental ekonomi Indonesia tidak mengalami perubahan signifikan. Ia menyatakan sentimen semacam itu tidak perlu terlalu dikhawatirkan karena fundamental ekonomi tetap kuat.

