Jakarta — Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto berharap proses pengalihan kepemilikan saham Zarubezhneft (ZN) di Blok Tuna dapat segera dituntaskan. SKK Migas menilai percepatan proses tersebut penting agar pengembangan Blok Tuna bisa segera berjalan dan berkontribusi pada peningkatan produksi.
“Bisa segera terlaksana, dan proyek bisa segera jalan,” kata Dwi dalam bincang santai virtual bersama ruangenergi.com, Senin (5/2/2024) di Jakarta.
Harapan serupa disampaikan Wakil Kepala SKK Migas Nanang Abdul Manaf. Ia mengatakan proses uji tuntas (due diligence) masih berlangsung oleh para peminat.
“Sedang proses due diligent oleh para, peminat. Diharapkan tahun ini selesai,” ujar Nanang.
Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga menyatakan harapan agar pengganti Zarubezhneft—perusahaan asal Rusia—sebagai mitra Premier Oil Tuna BV (Harbour Energy Group) di Blok Tuna dapat segera ditentukan. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji menyebut sudah ada calon investor yang berminat dan proses evaluasi telah berjalan.
“Sudah buka data, akan dievaluasi, sudah prosesnya tapi belum ditentukan siapa,” kata Tutuka saat ditemui di Jakarta, Selasa (3/9/2023).

