BERITA TERKINI
Ketegangan AS-Iran Uji Ketahanan Kripto, Bitcoin Masih Menguat Secara Mingguan

Ketegangan AS-Iran Uji Ketahanan Kripto, Bitcoin Masih Menguat Secara Mingguan

Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran turut memengaruhi dinamika pasar aset keuangan digital. Di tengah ketidakpastian, investor kerap mencari perlindungan pada aset safe haven seperti emas. Sementara itu, kripto—yang lahir pascakrisis keuangan 2008—kembali diuji narasinya sebagai “digital gold”.

Pergerakan harga sejumlah aset kripto utama pekan ini menunjukkan ketahanan relatif. Berdasarkan data perdagangan terkini, bitcoin (BTC) masih mencatat kenaikan 3,03% dalam sepekan, meski terkoreksi 0,52% dalam 24 jam terakhir ke level US$ 68.261. Ethereum (ETH) juga menguat 2,17% selama sepekan, namun turun 1,77% dalam 24 jam terakhir ke US$ 1.970.

Di segmen altcoin, solana (SOL) membukukan penguatan mingguan 5,67% ke US$ 86,98. BNB juga naik 5,66% ke US$ 632,50.

CEO Tokocrypto Calvin Kizana menilai bitcoin belum sepenuhnya dapat diperlakukan sebagai safe haven sejati. Menurutnya, ketika terjadi turbulensi atau sentimen buruk akibat ketegangan geopolitik, aset kripto tetap berpotensi mengalami tekanan tajam.

Calvin juga menyoroti korelasi bitcoin terhadap indeks saham AS yang sempat mendekati 78% dalam tujuh hari terakhir, yang dinilainya mencerminkan fase awal kepanikan. “Investor masih memperlakukan bitcoin sebagai risk asset. Ketika pasar saham terkoreksi, kripto ikut terimbas,” ujarnya.

Meski demikian, ia melihat resiliensi bitcoin di tengah guncangan turut mengindikasikan adanya akumulasi oleh investor institusional ketika harga melemah. Pandangan ini dikaitkan dengan arus masuk ETF spot bitcoin yang disebut tetap positif, mencapai sekitar US$ 787 juta dalam sepekan terakhir.

Sejalan dengan itu, Blockchain & Crypto Researcher PINTU Ari Budi Santosa juga mencatat bitcoin bergerak relatif stabil di kisaran US$ 65.000–US$ 69.000 di tengah ketegangan. Data SoSoValue, menurutnya, menunjukkan ETF spot bitcoin masih membukukan net inflow US$ 458 juta pada periode tersebut.