BERITA TERKINI
Ketidakpastian Global Meningkat, China Pangkas Target Pertumbuhan Ekonomi 2026 Menjadi 4,5–5 Persen

Ketidakpastian Global Meningkat, China Pangkas Target Pertumbuhan Ekonomi 2026 Menjadi 4,5–5 Persen

Ketidakpastian ekonomi global disebut kian meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran. Iran membalas, salah satunya dengan menutup Selat Hormuz yang merupakan jalur penting bagi ekspor minyak dari Timur Tengah.

Dalam situasi tersebut, China menyatakan memahami tantangan yang dihadapi dan memutuskan menurunkan target pertumbuhan ekonominya. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, mengatakan target pertumbuhan ekonomi China untuk 2026 ditetapkan pada kisaran 4,5–5 persen.

“Ke depan, seperti yang disampaikan oleh Perdana Menteri Li Qiang, kami menyadari betul kesulitan dan tantangan yang dihadapi. Meski begitu, kondisi yang mendasari pertumbuhan jangka panjang dan tren mendasar China tetap tidak berubah,” kata Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Jumat (6/3).

Sehari sebelumnya, Kamis (5/3), Perdana Menteri Li Qiang saat pembukaan Sidang Kongres Rakyat Nasional China (NPC) mengumumkan target pertumbuhan ekonomi 2026 berada di kisaran 4,5–5 persen. Target tersebut disebut menjadi yang terendah dalam tiga dekade terakhir.

Mao Ning menambahkan, China menilai kekuatan sistem dan kapasitasnya sebagai negara besar akan tetap menjadi penopang dalam menghadapi tekanan. “Semakin lama, China semakin menunjukkan kekuatan sistemnya dan kekuatan yang dimilikinya sebagai negara besar. Selama kami sepenuhnya memanfaatkan kekuatan dan menanggapi tantangan dengan cara yang tepat, pasti akan membuka prospek yang lebih menjanjikan bagi pembangunan China,” ujarnya.

Menurut Mao, pemerintah China akan menerapkan filosofi pembangunan baru di berbagai lini, mempercepat pembentukan pola pembangunan baru, serta mendorong pembangunan berkualitas tinggi.

“China akan mendorong pertumbuhan ekonomi berkualitas tinggi sambil mencapai peningkatan output ekonomi yang sesuai. Kami akan lebih memperluas keterbukaan berstandar tinggi, berpegang teguh pada kerja sama yang saling menguntungkan, terus memajukan keterbukaan kelembagaan,” kata Mao Ning.

China juga menyatakan akan meningkatkan keterlibatan dalam ekonomi global dengan tujuan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat dunia.

Dalam keterangan yang sama, disebutkan produk domestik bruto (PDB) China pada 2025 meningkat hampir 10 triliun dibanding tahun sebelumnya dan bertambah lebih dari 35 triliun RMB selama lima tahun.