BERITA TERKINI
Literasi Keuangan Digital Jadi Bekal Mahasiswa Lewat Program SPARK ShopeePay dan SeaBank

Literasi Keuangan Digital Jadi Bekal Mahasiswa Lewat Program SPARK ShopeePay dan SeaBank

Mahasiswa yang terlibat dalam program brand ambassador menilai pengalaman tersebut dapat menjadi ruang belajar yang memberi kesempatan untuk menerapkan pengetahuan secara langsung di dunia industri. Selain menjadi representasi sebuah brand, peserta juga mendapatkan pelatihan yang berkaitan dengan komunikasi, manajemen sponsorship, hingga literasi keuangan digital.

Pengalaman itu dirasakan dua mahasiswa Universitas Indonesia, Raihan Naufal dan Yoga Eka P, yang mengikuti program SPARK yang digagas ShopeePay dan SeaBank. Raihan Naufal, mahasiswa D4 Produksi Media Universitas Indonesia, mengatakan peningkatan soft skills menjadi perubahan yang paling terasa selama mengikuti program tersebut.

“Selama di SPARK, saya benar-benar merasakan bagaimana rasanya membawa nama brand ShopeePay dan SeaBank. Itu membuat saya lebih berhati-hati dalam berbicara, lebih profesional dalam menyampaikan informasi, dan lebih bertanggung jawab dalam setiap komunikasi,” kata Raihan, Jumat (6/3/2026).

Raihan menyebut pengalaman itu semakin kuat saat dirinya terlibat dalam pengurusan sponsorship acara kampus. Ia harus bernegosiasi dengan berbagai pihak eksternal yang memiliki karakter dan kepentingan berbeda.

“Ketika mengurus sponsorship acara kampus, saya harus bernegosiasi dengan berbagai pihak eksternal yang memiliki karakter dan kepentingan berbeda. Dari situ saya belajar bagaimana mengelola ekspektasi, menyusun strategi komunikasi, dan tetap menjaga citra brand,” tuturnya.

Selain mengasah kemampuan komunikasi, Raihan menilai program tersebut juga memengaruhi cara pandangnya dalam mengelola keuangan pribadi. Melalui sejumlah workshop, ia mulai memahami pentingnya pengaturan finansial yang lebih terstruktur, termasuk pemisahan rekening untuk mengontrol arus keuangan.

“Melalui workshop yang diberikan, saya jadi lebih memahami pentingnya diversifikasi rekening untuk mengontrol arus keuangan. Banyak mahasiswa menganggap punya beberapa rekening itu ribet, padahal justru dengan pemisahan yang jelas, kita bisa lebih disiplin dan terstruktur dalam mengatur pengeluaran,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Yoga Eka P, mahasiswa Public Relations Universitas Indonesia. Ia menilai SPARK memberinya pengalaman industri yang belum diperoleh secara langsung di bangku kuliah, terutama dalam penyusunan dan penggunaan proposal sponsorship untuk pitching ke pihak eksternal.

“Di SPARK saya belajar menyusun proposal sponsorship yang benar-benar digunakan untuk pitching ke pihak eksternal. Saya juga belajar bagaimana menyampaikan ide secara persuasif, menghadapi penolakan, dan menyesuaikan strategi agar kerja sama tetap bisa berjalan. Pengalaman ini sangat berharga karena tidak saya dapatkan secara langsung di kelas, tetapi justru sangat relevan untuk karier saya ke depan di bidang komunikasi,” kata Yoga.

Menurut Yoga, keterlibatan langsung dalam manajemen sponsorship dari perspektif brand membantunya memahami cara perusahaan besar bekerja secara strategis dan terukur. Ia melihat setiap keputusan komunikasi memiliki pertimbangan reputasi, target audiens, hingga dampak jangka panjang terhadap citra perusahaan.

Dalam menyampaikan edukasi keuangan digital kepada teman sebaya, peserta SPARK juga menggunakan pendekatan yang dianggap dekat dengan gaya komunikasi generasi muda. Sejumlah format yang digunakan antara lain video dengan hook kuat di awal, konten POV yang kasual, serta unggahan carousel yang berisi tips praktis agar pesan tetap ringan namun informatif.

Melalui kombinasi pengalaman industri, literasi keuangan digital, dan pengembangan soft skills, SPARK disebut menjadi jembatan antara dunia akademik dan industri. Program ini juga dinilai membekali mahasiswa dengan kompetensi yang relevan untuk berkarier di bidang komunikasi, marketing, dan fintech.

SPARK Student Ambassador Program turut ditutup melalui acara SPARK Class of 2025: Awarding Night yang memberikan apresiasi kepada 36 mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia. Inisiatif ini dirancang untuk mendukung literasi keuangan yang bertanggung jawab serta kesiapan karier generasi muda Indonesia di tengah ekosistem keuangan digital yang semakin teregulasi.

Acara penutup tersebut diselenggarakan di kantor SeaBank Indonesia pada Jumat, 30 Januari 2026. Kegiatan itu menjadi akhir rangkaian SPARK Student Ambassador Program, sebuah inisiatif kolaboratif ShopeePay dan SeaBank yang berfokus pada edukasi literasi keuangan, pengembangan kepemimpinan, serta paparan awal terhadap industri fintech di Indonesia.